Digempur Bank Digital, Saham Bank Mandiri Masih Prospek
Senin, 16 Agustus 2021 - 18:41 WIB
Saham bank beraset kecil yang bertransformasi menjadi bank digital ramai diperdagangkan . Namun Saham Bank Mandiri dinilai masih sangat prospektif untuk memberikan return yang optimal bagi investor saham. Foto/Dok
JAKARTA - Saham bank beraset kecil yang bertransformasi menjadi bank digital ramai diperdagangkan di bursa saham Tanah Air. Beberapa emiten bahkan harga saham nya sudah ’terbang’ dengan PBV dan PER yang sangat mahal. Padahal, kinerja sejumlah bank mini tersebut masih rugi pada semester I-2021, bahkan ada yang belum beroperasi secara digital.
Sementara itu, harga saham sejumlah bank beraset besar yang mencatatkan kinerja positif, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), justru dalam kondisi terlalu murah.
Baca Juga: Strategi Bank Mandiri Hadapi Lonjakan Transaksi Digital Selama Pandemi
Menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama, saham Bank Mandiri diyakini masih akan bertengger di 10 besar market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham bank ini dinilai masih sangat prospektif untuk memberikan return yang optimal bagi investor saham.
Sebab, Bank Mandiri terbukti cepat pulih dari dampak pandemi Covid-19. Terbukti, dari kemampuan perseroan dalam meraih performa positif pada paruh pertama tahun ini.
Sementara itu, harga saham sejumlah bank beraset besar yang mencatatkan kinerja positif, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), justru dalam kondisi terlalu murah.
Baca Juga: Strategi Bank Mandiri Hadapi Lonjakan Transaksi Digital Selama Pandemi
Menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama, saham Bank Mandiri diyakini masih akan bertengger di 10 besar market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham bank ini dinilai masih sangat prospektif untuk memberikan return yang optimal bagi investor saham.
Sebab, Bank Mandiri terbukti cepat pulih dari dampak pandemi Covid-19. Terbukti, dari kemampuan perseroan dalam meraih performa positif pada paruh pertama tahun ini.
Lihat Juga :