Analis: Pembelian Saham SILO oleh LPKR Perkuat Fundamental Perusahaan

Rabu, 22 April 2020 - 08:25 WIB
Aksi korporasi PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memperbesar kepemilikan sahamnya di SILO dan LPCK dinilai akan memperkuat fundamental perseroan. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah memperbesar kepemilikan sahamnya di dua anak perusahaan dengan kinerja yang sangat solid, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), di saat valuasi harga sahamnya sangat menarik. Langkah itu dinilai mencerminkan penerapan strategi bisnis yang fokus pada pada pertumbuhan dan kinerja agar tetap solid dalam jangka panjang.

Pada Selasa (21/4) kemarin, harga saham LPCK menguat sebanyak 13% semenjak aksi korporasi tersebut dilaksanakan pada Kamis (16/4) lalu. Hari ini, harga saham LPCK diperdagangkan pada Rp730 per saham, naik dari Rp645 pada saat pembelian oleh LPKR.



Transaksi ini telah meningkatkan kepemilikan LPKR di Siloam menjadi 55,4% dan di Lippo Cikarang menjadi 84%. Aksi buyback dengan dana Rp75 miliar dari kas internal membuktikan perusahaan dapat beradaptasi di tengah tantangan bisnis. Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai langkah peningkatan kepemilikan saham yang dilakukan LPKR tepat karena dari sisi harga sudah diskon.

"Tidak masalah jika LPKR ingin menambah kepemilikan di saat sekarang karena memang harga sedang diskon. Meskipun secara valuasi sudah diskon harga masih bisa turun lagi. Karena di level sekarang secara teknikal, sudah overbought atau memang harga sudah naik signifikan dan sekarang indeks juga kembali melemah," ujar Sukarno, kepada media, Selasa (21/4/2020).

Aksi korporasi dengan menambah kepemilikan di Siloam Hospitals dan Lippo Cikarang juga dinilai tepat. Mengingat dua emiten itu memiliki kinerja positif dan juga dari sisi haga saham sudah sangat terdiskon apalagi dari sisi fundamental keduanya sangat kuat dimana rasio utang kecil dan secara likuditias juga tinggi.

"Penambahan kepemilikan di SILO dan LPKR bisa jadi salah satu strategi investasi yang tepat. Apalagi isu kesehatan saat ini jadi peluang untuk meningkatkan kinerjanya ke depannya. Sehingga potensi kenaikan harga tinggi dan suatu saat yang tepat LPCK bisa jual di harga tinggi," ucap Sukarno.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!