Pemberian Bansos hingga BLT Desa Akan Diperpanjang hingga Desember 2020
Rabu, 03 Juni 2020 - 15:06 WIB
Pemerintah akan tetap memberikan bantuan sosial (bansos) hingga BLT Desa kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga akhir tahun 2020. Foto/Dok
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan tetap memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga akhir tahun 2020. Adapun bantuan tersebut diberikan untuk menopang daya beli masyarakat yang merosot akibat banyak faktor.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran yang disiapkan pemerintah dalam program PEN sebesar Rp178,9 triliun yang meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Diskon dan Gratis Listrik, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, bansos Jabodetabek dan non Jabodetabek dan Kartu Prakerja.
"Untuk bansos yang selama ini diberikan dalam bentuk sembako, pertama, bansos ini diperpanjang sampai Desember 2020, jadi untuk bansos Jabodetabek sekarang akan sampai desember, namun mulai juli hingga desember manfaatnya akan turun dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (3/6/2020).
(Baca Juga: Disentil Jokowi, Sri Mulyani Bongkar Penyebab Defisit APBN Melebar Rp1.039,2 T )
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran yang disiapkan pemerintah dalam program PEN sebesar Rp178,9 triliun yang meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Diskon dan Gratis Listrik, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, bansos Jabodetabek dan non Jabodetabek dan Kartu Prakerja.
"Untuk bansos yang selama ini diberikan dalam bentuk sembako, pertama, bansos ini diperpanjang sampai Desember 2020, jadi untuk bansos Jabodetabek sekarang akan sampai desember, namun mulai juli hingga desember manfaatnya akan turun dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan," ujar Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (3/6/2020).
(Baca Juga: Disentil Jokowi, Sri Mulyani Bongkar Penyebab Defisit APBN Melebar Rp1.039,2 T )
Lihat Juga :