Gandeng Kansai Electric Power, PLTA Rajamandala Cianjur jadi Pembangkit Modern

Kamis, 11 November 2021 - 21:59 WIB
PLTA Rajamandala merupakan pembangkit dengan teknologi modern hasil kerja sama antara anak usaha PLN dengan Kansai Electric Power Company. Foto/Ist
BANDUNG - PT PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Komitmen ini terwujud melalui salah satu anak usaha, PT Indonesia Power (IP), dalam membangun, mengelola dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala di Cianjur, Jawa Barat.

PLTA Rajamandala merupakan pembangkit dengan teknologi modern hasil kerja sama antara anak usaha PLN dengan Kansai Electric Power Company. Direktur Utama IP M. Ahsin Sidqi mengatakan, PLTA Rajamandala merupakan pembangkit dengan teknologi modern hasil kerja sama antara IP dengan kepemilikan saham sebesar 51% dan Kansai Electric Power Company sebesar 49% yang menjadi PT Rajamandala Electric Power.



Baca juga: PLN Rogoh Rp47,5 Miliar Demi Listrik Tanpa Kedip di Sirkuit Mandalika

PLTA ini merupakan wujud dari komitmen PLN dan Indonesia Power untuk mencapai target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sebesar 23% EBT pada 2025. "PLTA Rajamandala ini sejatinya merupakan buah dari program renewable energy yang dicanangkan PLN sesuai dengan Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019-2028," ujarnya dalam media gathering, Kamis (11/11/2021).

Sebagai pembangkit modern, PLTA Rajamandala memanfaatkan aliran sungai Citarum yang merupakan keluaran dari PLTA Saguling dengan menggunakan turbin Vertical Kaplan. PLTA ini tidak memerlukan pembangunan waduk atau bisa disebut dengan kategori PLTA run-of-river.

"Listrik dari pembangkit yang menyerap investasi sebesar USD150 juta ini dihasilkan dengan memanfaatkan debit air 168 meter kubik dan ketinggian jatuh air (gross head) 34 meter," jelas Ahsin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!