Erick Thohir Bongkar Persamaan Masalah Garuda dan Jiwasraya
Rabu, 24 November 2021 - 15:29 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan bahwa Garuda Indonesia dan Jiwasraya memiliki permasalahan yang serupa. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada dasarnya sama. Di tubuh kedua BUMN itu terjadi tindak pidana korupsi yang menyebabkan perusahaan menanggung beban keuangan.
Dalam kasus Garuda Indonesia, jelas Erick, ada korupsi yang dilakukan manajemen sebelumnya. Pelaku atau oknumnya kini sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: Opsi Pendanaan Garuda, Erick Thohir Kerahkan Pertamina dan Himbara
"Apa bedanya Garuda dan Jiwasraya? Kan mirip-mirip, ada oknum di penjara (korupsi), Jiwasraya ini direstrukturisasi, hari ini, ke depan para pensiunan sudah mendapatkan lagi pembayaran yang sudah mulai lancar lagi. Daripada kemarin enggak dibayar sama sekali," ujar Erick, Rabu (24/11/2021).
Selain permasalahan yang sama, pemegang saham pun menempuh jalan serupa untuk menyelamatkan bisnis keduanya. Proses yang ditempuh adalah melalui negosiasi dan restrukturisasi.
Erick menyebut, restrukturisasi Garuda merupakan proses penyelamatan yang paling menyedihkan. Pasalnya, pemegang saham harus berhadapan dengan banyak kreditur, lessor, dan vendor dengan dinamika yang berbeda-beda. Meski begitu, Garuda harus melewati proses tersebut jika ingin tetap terbang.
Dalam kasus Garuda Indonesia, jelas Erick, ada korupsi yang dilakukan manajemen sebelumnya. Pelaku atau oknumnya kini sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Baca Juga: Opsi Pendanaan Garuda, Erick Thohir Kerahkan Pertamina dan Himbara
"Apa bedanya Garuda dan Jiwasraya? Kan mirip-mirip, ada oknum di penjara (korupsi), Jiwasraya ini direstrukturisasi, hari ini, ke depan para pensiunan sudah mendapatkan lagi pembayaran yang sudah mulai lancar lagi. Daripada kemarin enggak dibayar sama sekali," ujar Erick, Rabu (24/11/2021).
Selain permasalahan yang sama, pemegang saham pun menempuh jalan serupa untuk menyelamatkan bisnis keduanya. Proses yang ditempuh adalah melalui negosiasi dan restrukturisasi.
Erick menyebut, restrukturisasi Garuda merupakan proses penyelamatan yang paling menyedihkan. Pasalnya, pemegang saham harus berhadapan dengan banyak kreditur, lessor, dan vendor dengan dinamika yang berbeda-beda. Meski begitu, Garuda harus melewati proses tersebut jika ingin tetap terbang.
Lihat Juga :