Bangun Kawasan Ekonomi Kesehatan Perlu Dukungan Inovasi Teknologi

Jum'at, 28 Januari 2022 - 14:11 WIB
Ilustrasi inovasi teknologi. FOTO/iStock Photo
JAKARTA - Indonesia disebut kehilangan potensi pendapatan hingga Rp 97 triliun akibat banyaknya warga yang memilih berobat di luar negeri. Setiap tahun setidaknya terdapat lebih dari 2 juta warga Indonesia pergi ke sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat, untuk mengakses layanan kesehatan.

Atas dasar itu, pemerintah membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) kesehatan sebagai upaya serius menekan warga Indonesia berobat ke luar negeri . Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membangun Rumah Sakit Internasional Bali di kawasan wisata Sanur.



Baca Juga: Erick Thohir Inisiasi RS Internasional Bali, Pakar: Bisa Saingi Singapura dan China

Meski demikian, membangun KEK kesehatan perlu didukung dengan inovasi teknologi terkini seperti yang ditekankan oleh presiden dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan. Seperti mengadopsi pengembangan advance robotic yang kini telah berkembang pesat.

Mengembangkan inovasi teknologi berupa layanan operasi dengan bantuan robot tersebut agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Layanan yang sering disebut dengan robot surgery tersebut lebih disukai lantaran sejumlah hal. Mulai dari waktu operasi yang lebih singkat, risiko perdarahan yang lebih rendah, dan penyembuhan pascaoperasi yang lebih cepat.

"Sehingga, masyarakat pun tidak perlu keluar negeri lagi, bisa mendapatkan layanan terbaik di negara sendiri," kata Managing Director Bundamedik Healthcare System (BHMS) Yudiyantho di Jakarta, Jumat (28/1/2022).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!