IHSG Sesi I Berbalik Merah, Saham-saham Ini Untung Berjamaah
Selasa, 08 Februari 2022 - 12:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup terkoreksi setelah mengalami all time high. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup koreksi -9,46 poin atau -0,14% di 6.795 pada perdagangan sesi pertama Selasa (8/2/2022). Penurunan terjadi setelah indeks acuan mengalami reli mencapai all time high di 6.800-an.
Hingga sesi siang ini, terdapat 231 saham menguat, 267 saham melemah, dan 174 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp7,9 triliun dari 16,98 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Baca Juga: Cetak Rekor Baru Lagi, IHSG Hari Ini Kembali All Time High
Menyusul IHSG, indeks LQ45 menguat 0,12% ke 965,78, indeks JII turun -0,87% ke 563,91, indeks IDX30 menanjak 0,16% ke 515,11, dan indeks MNC36 melejit 0,16% ke 325,53.
Dari sisi sektoral, indeks yang menguat antara lain keuangan 0,52%, industri 0,26%, transportasi 0,18%, dan teknologi 0,71%. Sedangkan sebagian besar melemah yaitu kesehatan -2,08%, bahan baku -1,18%, infrastruktur -0,50%, properti -0,56%, siklikal -1,46%, energi -0,50%, dan non-siklikal -0,53%,
Investor asing terpantau melakukan net-buy secara akumulatif sebesar Rp572,87 miliar, terdiri dari pembelian bersih Rp589,78 miliar di pasar reguler dan profit taking Rp16,92 miliar di pasar negosiasi-tunai.
Hingga sesi siang ini, terdapat 231 saham menguat, 267 saham melemah, dan 174 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp7,9 triliun dari 16,98 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Baca Juga: Cetak Rekor Baru Lagi, IHSG Hari Ini Kembali All Time High
Menyusul IHSG, indeks LQ45 menguat 0,12% ke 965,78, indeks JII turun -0,87% ke 563,91, indeks IDX30 menanjak 0,16% ke 515,11, dan indeks MNC36 melejit 0,16% ke 325,53.
Dari sisi sektoral, indeks yang menguat antara lain keuangan 0,52%, industri 0,26%, transportasi 0,18%, dan teknologi 0,71%. Sedangkan sebagian besar melemah yaitu kesehatan -2,08%, bahan baku -1,18%, infrastruktur -0,50%, properti -0,56%, siklikal -1,46%, energi -0,50%, dan non-siklikal -0,53%,
Investor asing terpantau melakukan net-buy secara akumulatif sebesar Rp572,87 miliar, terdiri dari pembelian bersih Rp589,78 miliar di pasar reguler dan profit taking Rp16,92 miliar di pasar negosiasi-tunai.
Lihat Juga :