Kemenparekraf Akan Perkuat Informasi tentang Do and Don't Bagi Wisatawan
Selasa, 10 Mei 2022 - 07:13 WIB
Kemenparekraf akan memperkuat informasi mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan (do and don’t) wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata. Foto/Ilustrasi/MNC Media
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf/Baparekraf ) akan memperkuat informasi mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan (do and don’t) wisatawan saat berkunjung ke destinasi maupun sentra ekonomi kreatif Tanah Air.
Langkah ini diambil sebagai respons dari beberapa hal yang tidak sesuai norma yang dilakukan wisatawan mancanegara (wisman), misalnya di sejumlah destinasi wisata di Bali dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Bule Cantik Rusia yang Telanjang di Pohon Keramat Bali Dideportasi Bareng Suami
"Informasi ini harus bisa kita sampaikan di tengah upaya kita memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bahwa di tengah upaya itu tentu ada kearifan juga penghormatan kepada adat istiadat daerah setempat. Ini harus bisa terus disampaikan dan disosialisasikan," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam "Weekly Press Briefing" yang digelar secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona, Senin (9/5/2022) sore.
Beberapa langkah yang akan dilakukan di antaranya diseminasi informasi melalui berbagai saluran media yang dimiliki Kemenparekraf/Baparekraf, termasuk dengan memaksimalkan algoritma di media sosial agar informasi yang disampaikan tepat sasaran. Selain itu, dengan mengajak seluruh pihak terkait turut menyebarkan informasi, termasuk pengelola destinasi juga para pemandu wisata (guide).
"Harapannya kita terus bisa menyosialisasikan kepada wisatawan bahwa ada norma-norma yang harus dijaga, dan ini yang harus kita lakukan edukasi karena mungkin di negara asal mereka tidak berlaku norma-norma seperti itu. Edukasi ini harus kita lakukan dengan penuh pembinaan agar ini juga tidak merusak reputasi kita dalam keramahtamahan dan tentunya dalam pemulihan ekonomi kita," ujar Sandiaga.
Langkah ini diambil sebagai respons dari beberapa hal yang tidak sesuai norma yang dilakukan wisatawan mancanegara (wisman), misalnya di sejumlah destinasi wisata di Bali dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Bule Cantik Rusia yang Telanjang di Pohon Keramat Bali Dideportasi Bareng Suami
"Informasi ini harus bisa kita sampaikan di tengah upaya kita memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bahwa di tengah upaya itu tentu ada kearifan juga penghormatan kepada adat istiadat daerah setempat. Ini harus bisa terus disampaikan dan disosialisasikan," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam "Weekly Press Briefing" yang digelar secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona, Senin (9/5/2022) sore.
Beberapa langkah yang akan dilakukan di antaranya diseminasi informasi melalui berbagai saluran media yang dimiliki Kemenparekraf/Baparekraf, termasuk dengan memaksimalkan algoritma di media sosial agar informasi yang disampaikan tepat sasaran. Selain itu, dengan mengajak seluruh pihak terkait turut menyebarkan informasi, termasuk pengelola destinasi juga para pemandu wisata (guide).
"Harapannya kita terus bisa menyosialisasikan kepada wisatawan bahwa ada norma-norma yang harus dijaga, dan ini yang harus kita lakukan edukasi karena mungkin di negara asal mereka tidak berlaku norma-norma seperti itu. Edukasi ini harus kita lakukan dengan penuh pembinaan agar ini juga tidak merusak reputasi kita dalam keramahtamahan dan tentunya dalam pemulihan ekonomi kita," ujar Sandiaga.
Lihat Juga :