Upaya Mencari Solusi Perbaikan Hidup Para Penyandang Disabilitas
Selasa, 02 Agustus 2022 - 19:05 WIB
Diskusi mengenai upaya perbaikan hidup penyandang disabilitas digelar di Jakarta. Foto/Ist
JAKARTA - Penyandang disabilitas perkembangan (persons with developmental disorders) kerap menghadapi beragam tantangan. Di antaranya tingkat kualitas hidup yang kurang baik, rendahnya pemahaman untuk mengakses layanan kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya, serta masalah ekonomi .
Baca juga: Lima Wisudawan Disabilitas Lulus dari Unesa, Rektor Siapkan Beasiswa
Berdasarkan survei Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 80% penyandang disabilitas bekerja di sektor nonformal mikro kecil dan menengah. Sebagian dari mereka yang terdampak besar secara ekonomi belum dapat mengakses bantuan-bantuan yang tersedia, dan penyandang disabilitas juga dianggap tidak cakap hukum sehingga tidak dapat mengakses literasi keuangan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, terdapat 22,5 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Di tingkat global berdasarkan data PBB 2021, dari sekitar 7 miliar penduduk dunia, sekitar 15% adalah penyandang disabilitas, 80%-nya tinggal di negara berkembang.
Baca juga: Lima Wisudawan Disabilitas Lulus dari Unesa, Rektor Siapkan Beasiswa
Berdasarkan survei Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 80% penyandang disabilitas bekerja di sektor nonformal mikro kecil dan menengah. Sebagian dari mereka yang terdampak besar secara ekonomi belum dapat mengakses bantuan-bantuan yang tersedia, dan penyandang disabilitas juga dianggap tidak cakap hukum sehingga tidak dapat mengakses literasi keuangan.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, terdapat 22,5 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Di tingkat global berdasarkan data PBB 2021, dari sekitar 7 miliar penduduk dunia, sekitar 15% adalah penyandang disabilitas, 80%-nya tinggal di negara berkembang.
Lihat Juga :