Ketika Banyak Pak Cik dan Mak Cik Emoh Melancong ke Bandung
Senin, 06 Juli 2020 - 14:23 WIB
Foto/SINDOnews
BANDUNG - Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, penerbangan internasional di sejumlah negara termasuk, Indonesia ditutup. Kondisi ini menyebabkan merosotnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), terutama yang melalui jalur udara. Tak pelak, pariwisata tak lagi bisa diharapkan menunjang pendapatan ekonomi lokal.
Kondisi terpuruknya pariwisata juga dialami Jawa Barat (Jabar) . Wisatawan asing yang selama ini cukup memberi warna bagi sektor pariwisata di Jabar, kini mulai terlihat pudar. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat, selama periode Januari-Mei 2020, total wisatawan ke Jabar hanya 30.838 orang.
Mereka adalah wisatawan yang masuk ke Jawa Barat melalui Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), dan Pelabuhan Muarajati Cirebon. ( Baca juga: Di Masa Pandemi Covid-19, Kasus DBD di Jawa Barat Tercatat 10.685 )
Menurut Kepala BPS Jabar Dody Herlando, jumlah wisman tadi menunjukkan penurunan sebesar 54,01% dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 67.059 orang. Jumlah tersebut didominasi kunjungan melalui Husien Sastranegara Bandung pada Januari, Februari, dan Maret yang masih mencapai angka puluhan ribu.
Kondisi terpuruknya pariwisata juga dialami Jawa Barat (Jabar) . Wisatawan asing yang selama ini cukup memberi warna bagi sektor pariwisata di Jabar, kini mulai terlihat pudar. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat, selama periode Januari-Mei 2020, total wisatawan ke Jabar hanya 30.838 orang.
Mereka adalah wisatawan yang masuk ke Jawa Barat melalui Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), dan Pelabuhan Muarajati Cirebon. ( Baca juga: Di Masa Pandemi Covid-19, Kasus DBD di Jawa Barat Tercatat 10.685 )
Menurut Kepala BPS Jabar Dody Herlando, jumlah wisman tadi menunjukkan penurunan sebesar 54,01% dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 67.059 orang. Jumlah tersebut didominasi kunjungan melalui Husien Sastranegara Bandung pada Januari, Februari, dan Maret yang masih mencapai angka puluhan ribu.
Lihat Juga :