alexametrics

Indeks Manufaktur Jepang Mei Naik Jadi 50,9

loading...
Indeks Manufaktur Jepang Mei Naik Jadi 50,9
Aktivitas manufaktur Jepang Mei naik jadi 50,9 untuk pertama kalinya dalam dua bulan, menunjukkan ekonomi dapat lebih tinggi setelah April sempat goyah. Foto: Ilustrasi/istimewa
A+ A-
TOKYO - Aktivitas manufaktur Jepang pada Mei naik jadi 50,9 untuk pertama kalinya dalam dua bulan, menunjukkan ekonomi dapat lebih tinggi lagi setelah pada April sempat goyah.

Seperti dikutip dari The Economic Times, Senin (1/6/2015), data final Markit/JMMA Jepang Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) Mei naik menjadi 50,9, tidak berubah dari perkiraan awal tetapi lebih tinggi dari April yang sebesar 49,9.

Indeks kembali di atas ambang batas 50 yang memisahkan kontraksi dari ekspansi untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Indeks output naik menjadi 51,9, sedikit lebih dari perkiraan sebesar 51,7 dan 49,3 pada April.



Sementara, indeks untuk pesanan ekspor baru menjadi 50,6, sedikit di atas dari 50,3 pada akhir bulan sebelumnya. Sektor manufaktur penting bagi perekonomian karena akan membuat permintaan domestik menjadi lebih kuat, dan mengakibatkan pertumbuhan lebih tinggi serta membuatnya lebih memungkin bagi Bank of Japan dapat memenuhi target inflasi 2%.

Data Jumat menunjukkan belanja rumah tangga tiba-tiba merosot pada April dan inflasi konsumen kira-kira datar, keraguan pada perkiraan bank sentral untuk pemulihan ekonomi yang lambat tapi stabil dan memperkuat harapan untuk memompa lebih banyak stimulus di akhir tahun.

Output industri naik 1%, kenaikan pertama dalam tiga bulan, meskipun produsen memperkirakan kenaikan yang lebih kecil pada Mei dan sedikit penurunan pada Juni.

Ekspor April tumbuh lebih dari yang diharapkan dari tahun sebelumnya tapi jatuh dari Maret sebagai pertanda mengkhawatirkan bagi permintaan eksternal atas perlambatan ekonomi China dan prospek AS bagi eksportir Asia.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak