Brand Rempeyek Pertama di Indonesia yang Kantongi Izin BPOM Target Go Global
Senin, 06 Februari 2023 - 05:31 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai snack tradisional, sebetulnya hanya dengan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) saja produk rempeyek sudah dapat dijual ke masyarakat, namun menurut Yessi Calissa, dirinya punya visi untuk mengembangkan bisnis rempeyeknya di Indonesia sebagai cemilan khas nusantara, bahkan hingga go international.
“Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) saja sudah cukup dan sudah bisa jual ke publik. Tapi kita mempunyai visi untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan go international, kita ingin punya reseller dan distributor,” urai Yessi Calissa lagi.
Yessi Calissa juga mengatakan, untuk memperoleh izin dari BPOM tidaklah mudah, tempat produksi rempeyek miliknya harus mempunyai standar yang tinggi, baik dari sisi kualitas bahan baku, tempat produksi, kebersihan, dan SOP pembuatannya.
Bahkan, kata dia lagi, SDM yang memproduksi Peyek Nyai harus melewati SOP yang sangat ketat. SDM harus melewati ruang ganti steril sebelum memasuki tempat produksi. Dengan kata lain, semua harus sudah standar pabrik, harus bersih dan steril,
“Tempat produksi harus memenuhi standar BPOM, dari awal bahan baku memasuki tempat produksi sampai menjadi produk akhir di audit dahulu. Tempat produksi juga harus terpisah dari gudang pengemasan, barang reject, dan penyimpanan bahan baku.,” jelas Yessi Calissa.
Selain itu, dikatakan Yessi Calissa lagi, Peyek Nyai selalu mengadakan training terhadap SDM yang dimiliki, tujuannya apalagi kalau bukan untuk menjaga konsistensi kualitas produk yang dijual. Apalagi, snack rempeyek sangat bergantung pada hasil tangan manusia, yang terkadang manusia mempunyai mood yang bagus dan sebaliknya.
“Ketika rempeyek diproduksi masal, harus terus dipantau agar kualitas produk selalu terjaga. Karena peyek kebanyakan buatan tangan (handmade), jadi sangat bergantung pada SDM, jadi harus selalu melalui quality control yang sangat ketat agar selalu konsisten,” imbuhnya.
“Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) saja sudah cukup dan sudah bisa jual ke publik. Tapi kita mempunyai visi untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas, bahkan go international, kita ingin punya reseller dan distributor,” urai Yessi Calissa lagi.
Yessi Calissa juga mengatakan, untuk memperoleh izin dari BPOM tidaklah mudah, tempat produksi rempeyek miliknya harus mempunyai standar yang tinggi, baik dari sisi kualitas bahan baku, tempat produksi, kebersihan, dan SOP pembuatannya.
Bahkan, kata dia lagi, SDM yang memproduksi Peyek Nyai harus melewati SOP yang sangat ketat. SDM harus melewati ruang ganti steril sebelum memasuki tempat produksi. Dengan kata lain, semua harus sudah standar pabrik, harus bersih dan steril,
“Tempat produksi harus memenuhi standar BPOM, dari awal bahan baku memasuki tempat produksi sampai menjadi produk akhir di audit dahulu. Tempat produksi juga harus terpisah dari gudang pengemasan, barang reject, dan penyimpanan bahan baku.,” jelas Yessi Calissa.
Selain itu, dikatakan Yessi Calissa lagi, Peyek Nyai selalu mengadakan training terhadap SDM yang dimiliki, tujuannya apalagi kalau bukan untuk menjaga konsistensi kualitas produk yang dijual. Apalagi, snack rempeyek sangat bergantung pada hasil tangan manusia, yang terkadang manusia mempunyai mood yang bagus dan sebaliknya.
“Ketika rempeyek diproduksi masal, harus terus dipantau agar kualitas produk selalu terjaga. Karena peyek kebanyakan buatan tangan (handmade), jadi sangat bergantung pada SDM, jadi harus selalu melalui quality control yang sangat ketat agar selalu konsisten,” imbuhnya.
Lihat Juga :