BPS Ungkap Penyebab Maraknya PHK di Industri Manufaktur

Senin, 06 Februari 2023 - 14:34 WIB
loading...
BPS Ungkap Penyebab...
Industri teksil banyak melakukan PHK akibat kelesuan pasar global. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS ) Margo Yuwono mengungkapkan alasan utama penyebab banyaknya pemutusan hubungan kerja ( PHK ) yang terjadi di industri manufaktur, khususnya tekstil. PHK terjadi di industri tekstil akibat penurunan permintaan pasar global dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Baca juga: Tsunami PHK Menggulung Perusahaan Raksasa Dunia di Awal 2023, Ini Daftar Lengkapnya

"Penurunan permintaan pasar global ini sebagai dampak ancaman resesi di AS," ujar Margo dalam rilisnya, Senin (6/2/2023).

Sementara itu, BPS mencatat industri makanan dan minuman yang mengambil andil terbesar pada industri manufaktur mengalami pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan didukung oleh peningkatan bahan baku pertanian dan peningkatan produksi CPO dan CPKO.

"Hal ini juga didukung dengan tingginya permintaan luar negeri," ungkap Margo.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, akar permasalahan PHK karena situasi pasar global. Karena perekonomian dunia sedang melambat, maka berdampak pada sejumlah negara tujuan yang terkontraksi.

Baca juga: Dosen Universitas Pertamina Ciptakan Lentera Tenaga Surya bagi Para Petani di Daerah 3T

Dia mencatat bahwa industri yang paling banyak melakukan PHK adalah industri yang mengandalkan ekspor. "Dengan adanya resesi, maka permintaan global pun menjadi anjlok," tandas Susiwijono.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Wanita Ini Dipecat karena...
Wanita Ini Dipecat karena Suaminya Kerja di Perusahaan Saingan, Urusannya sampai Pengadilan
Rekomendasi
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Berita Terkini
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved