Kemenhub Ungkap Penyebab Banyak Swasta Tak Sudi Garap Angkutan Perintis

Selasa, 07 Februari 2023 - 17:09 WIB
loading...
Kemenhub Ungkap Penyebab...
Tak ada swasta yang tertarik, akhirnya Damri yang menggarap angkutan perintis. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) Suharto mengungkapkan, saat ini tidak ada pihak swasta yang menjadi operator angkutan layanan perintis. Penyebabnya, menurut Suharto, pembuatan layanan angkutan jalan perintis umumnya akan menelan biaya yang tinggi sehingga penerimaan cenderung minim.

Baca juga: Bukan Pelat Kuning, Dishub DKI Tegaskan Ojol Tetap Kena ERP

Dari sisi bisnis layanan ini cenderung mengalami kerugian sehingga membuat banyak pihak swasta enggan masuk ke layanan angkutan perintis. Padahal, pemerintah telah menetapkan adanya keuntungan 10% dalam struktur biaya operasional kendaraan (BOK) bagi swasta yang berminat menggarap layanan angkutan perintis.

"Dalam birokrasi kami itu ada 10% keuntungan, itu pun sudah ditawarkan kepada swasta dan banyak yang tidak mau. Akhirnya yang terjadi adalah penugasan kepada Damri sebagai BUMN," ujar Suharto dalam acara bincang bersama media di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (7/1/2023).

Suharto mengatakan pihak swasta lebih memilih untuk membangun layanan angkutan di wilayah perkotaan dan sekitarnya. Pasalnya, pangsa pasar dan permintaan layanan di wilayah perkotaan lebih jelas dibandingkan di wilayah angkutan jalan perintis.

"Mereka (swasta) lebih baik mengoperasionalkan di pusat kota atau dalam kota yang secara demand-nya jelas dan pasti," katanya.

Baca juga: Sekolah Mau Ikut Kurikulum Merdeka? Baca Petunjuk Pendaftarannya

Sementara itu, Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Junaidi mengatakan, saat ini sudah terdapat 5% pihak swasta yang berkontribusi terhadap angkutan penyeberangan perintis. Sedangkan keterlibatan BUMN sebanyak 82%, diikuti oleh BUMD sebanyak 13%.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
Prabowo Pangkas Tarif...
Prabowo Pangkas Tarif Ojol 10%, DPR: Patut Ditindaklanjuti Kemenhub dan Aplikator
Rekomendasi
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved