Bos PLN Buka-bukaan Soal Penyebab Kelebihan Pasokan Listrik

Rabu, 08 Februari 2023 - 15:53 WIB
loading...
Bos PLN Buka-bukaan...
Kelebihan pasokan listrik terjadi karena asumsi pertumbuhan ekonomi yang meleset. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo membeberkan penyebab over supply atau kelebihan pasokan listrik yang saat ini sedang terjadi. Menurutnya kelebihan pasokan listrik ini salah satunya disebabkan lantaran asumsi pertumbuhan ekonomi yang dijadikan patokan ternyata tidak sesuai dengan prediksi.

Baca juga: Mantap, PLN Catat Kenaikan Penjualan Listrik 6,17 Persen Tahun 2022

Ia menuturkan, pertumbuhan listrik di Jawa pada tahun 2014-2015 diperkirakan tumbuh sekitar 7-8%. Angka itu berbasis pada asumsi pertumbuhan ekonomi pada saat itu yang diperkirakan mencapai sekitar 6,1%. Saat itu diasumsikan pertumbuhan ekonomi 1%, maka pertumbuhan permintaan listrik diproyeksi mencapai 1,3%.

"Jadi pada saat pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi dan pariwisata, ternyata korelasinya bergeser bukan 1,3% tapi turun menjadi 0,86% atau 0,9%. Artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak dibarengi pertumbuhan demand listrik yang tinggi," jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII bersama PT PLN (Persero) Rabu (8/2/2023).

Ia menilai, apabila pertumbuhan ekonomi basisnya adalah industri, maka korelasinya permintaan listrik akan naik. Sementara selama lima tahun belakangan permintaan listrik di Pulau Jawa korelasinya turun dari 1,3% menjadi 0,87%.

"Jadi kalau 1% pertumbuhan ekonomi maka pertumbuhan demandnya hanya 0,86%. Kemudian pertumbuhan ekonomi terkoreksi dari 6,1% rata-rata menjadi 5,1%. Untuk itu selama 5 tahun, pertumbuhan demand listrik yang diproyeksikan sekitar 8% di Jawa tumbuhnya rata-rata hanya 4,6% selama 5 tahun, 2015-2019," terangnya.

Lebih lanjut, Darmawan mengungkapkan dengan menggunakan asumsi di tahun 2015, seharusnya konsumsi listrik saat ini adalah sebesar 380 Tera Watt hour (TWh). Sedangkan realisasi konsumsi listrik hingga saat ini baru mencapai 283 TWh.

"Jadi ada 100 TWh di bawah dari yang direncanakan. Jadi itulah pada waktu itu apakah asumsinya itu sesuai dengan harapan ternyata bergeser. Kemudian korelasi antara pertumbuhan demand listrik dengan pertumbuhan ekonomi juga bergeser," jelasnya.

Nah, lanjut Darmawan, ketika saat ini pertumbuhannya sudah kembali ke 6,17%tetapi karena 6,17 itu dikalikan 280 jadi pertumbuhannya masih tidak sesuai dengan perencanaan 2015.

Baca juga: Ini Alasan Ryszard Minta Tamara Bleszynski Bayar Pengobatan sang Ayah

"Maka dengan adanya (situasi) seperti itu pengembangan infrastruktur ketenagalistrilan mengalami oversupply dengan asumsi yang bergeser," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
Rekomendasi
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Berita Terkini
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Infografis
Jadwal Pembelian Token...
Jadwal Pembelian Token Listrik PLN Diskon 50 Persen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved