Truk Obesitas Bikin Tekor Pemerintah, PUPR: Ini Rugi Bandar Istilahnya

Rabu, 08 Februari 2023 - 17:03 WIB
loading...
Truk Obesitas Bikin...
Truk ODOL sulit ditertibkan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) Hedy Rahadian mengaku sulit untuk melakukan penertiban truk ODOL (over dimensi over load). Padahal keberadaannya merugikan negara akibat jalan yang dilintasi truk tersebut rusak.

Baca juga: Penerapan Zero ODOL Diprediksi Picu Kenaikan Inflasi Tahun Ini hingga 1,5%

"Pembatasan ODOL kita tunggu perintah Kemenhub," ujar Hedy usai konferensi pers di kantornya, Rabu (8/2/2023).

Hedy menjelaskan, biaya preservasi jalan yang rusak akibat dilintasi oleh truk ODOL cukup besar. Bahkan dikatakan tekor karena tidak sepadan dengan kontribusi truk ODOL terhadap pemasukan negara.

"Masalahnya banyak (penertiban ODOL), kemarin aja sudah didemo sama pengemudi kan. Jadi artinya ada masalah yang harus diselesaikan, jangan sampai ada orang yang dirugikan," sambung Hedy.

Pada rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI, Hedy memberikan salah satu contoh pada lintasan ODOL yang ada di Jambi. Truk batu bara yang melintas mempunyai kontribusi terhadap pemasukan negara sebesar Rp600 miliar dalam setahun, sedangkan biaya preservasinya sebesar Rp1,2 triliun.

"Ini memang menjadi buah simalakama untuk kita, secara sistem (negara) mendapatkan Rp600 miliar, kita harus spending Rp1,2 triliun. Ini rugi bandar istilahnya," kata Hedy.

Bahkan menurutnya jika pun dialokasikan Rp1,2 triliun, kalau tidak ada pengaturan tentang pembatasan truk, maka tentu jalan tersebut pun tidak akan bertahan lama. Artinya pemerintah bakal terus nombok untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat perlintasan batu bara, apabila tidak ada regulasi yang tegas.

Baca juga: Persiapan Deklarasi Koalisi Perubahan, Demokrat: Sudah Tak Ada Perdebatan

"Jadi kalau ini pengaturan pengguna jalan tidak diperbaiki, maka penggunaan uang di situ akan tidak efektif, bakal rusak lagi, rusak lagi," pungkas Hedy.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Uji Coba MLFF Dipersiapkan Matang
Hakim MA Sarankan Penyelesaian...
Hakim MA Sarankan Penyelesaian ODOL Libatkan Seluruh Pemangku Kepentingan
Kemendagri Bakal Batalkan...
Kemendagri Bakal Batalkan Surat Edaran Soal Larangan Truk Sumbu 3 Jika Tak Sesuai Hukum
Rekomendasi
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved