IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Bergerak Sideways, Investor Bisa Ambil Kesempatan
Kamis, 16 Februari 2023 - 07:53 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada sepanjang perdagangan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada sepanjang perdagangan. Adapun pergerakan indeks saham akan berada di kisaran 6.800-6.950.
Baca Juga: Letoi Seharian, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 6.914
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, perdagangan kemarin termasuk kondisi yang menarik, dimana IHSG dibuat melemah cukup dalam dulu, untuk kemudian dikembalikan di atas 6.900 dan pelemahan jadi tipis saja.
"Kondisi ini memperlihatkan bahwa potensi IHSG untuk sideways lebih besar daripada konfirmasi pola inverted head and shoulders. Namun kami kembali mengingatkan, bahwa jika hanya berakhir sideways, maka itu bukan masalah," tulis William dalam analisisnya, Kamis (16/2/2023).
Menurut William, saat ini sentimen yang dikhawatirkan pelaku pasar telah kembali, yaitu inflasi AS yang tinggi sehingga memungkinkan terjadinya kenaikan Fed rate lagi.
Baca Juga: Wall Street Berakhir Perkasa Saat S&P 500 Dapat Angin Segar Penguatan Penjualan Ritel
Tekanan jual pada IHSG adalah hal yang wajar jika sentimen ini benar adanya, karena saat ini akan ada perpindahan minat investasi ke instrumen lain yang relatif lebih aman dan menguntungkan dibanding saham.
Baca Juga: Letoi Seharian, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 6.914
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, perdagangan kemarin termasuk kondisi yang menarik, dimana IHSG dibuat melemah cukup dalam dulu, untuk kemudian dikembalikan di atas 6.900 dan pelemahan jadi tipis saja.
"Kondisi ini memperlihatkan bahwa potensi IHSG untuk sideways lebih besar daripada konfirmasi pola inverted head and shoulders. Namun kami kembali mengingatkan, bahwa jika hanya berakhir sideways, maka itu bukan masalah," tulis William dalam analisisnya, Kamis (16/2/2023).
Menurut William, saat ini sentimen yang dikhawatirkan pelaku pasar telah kembali, yaitu inflasi AS yang tinggi sehingga memungkinkan terjadinya kenaikan Fed rate lagi.
Baca Juga: Wall Street Berakhir Perkasa Saat S&P 500 Dapat Angin Segar Penguatan Penjualan Ritel
Tekanan jual pada IHSG adalah hal yang wajar jika sentimen ini benar adanya, karena saat ini akan ada perpindahan minat investasi ke instrumen lain yang relatif lebih aman dan menguntungkan dibanding saham.
Lihat Juga :