Bunga Acuan BI Dipangkas, (Seharusnya) Bunga Kredit Bank pun Ikut

Kamis, 16 Juli 2020 - 09:52 WIB
loading...
Bunga Acuan BI Dipangkas,...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Joshua Pardede memprediksi Bank Indonesia (BI) bakal memangkas suku bunga acuannya, alias BI 7-day reverse repo rate, sebesar 25 basis poin (bps) ke level 4,0%.

Menurut Joshua, pemangkasan suku bunga acuan ini karena BI telah mempertimbangkan beberapa indikator makro ekonomi. Misalnya, inflasi hingga akhir tahun 2020 diperkirakan tetap stabil di bawah kisaran 3%, atau masih dalam target sasaran BI tahun ini di kisaran 3±1%.

"BI diperkirakan memangkas BI7RR sebesar 25 bps ke level 4,0%. Mengingat inflasi dari sisi permintaan yang cenderung rendah mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat menurun tajam," kata Joshua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Kata dia, tekanan inflasi yang rendah tersebut terindikasi dari inflasi per Juni yang tercatat <2%. Data-data lainnya yang turut mendukung lemahnya konsumsi rumah tangga adalah penurunan tajam dari indeks kepercayaan konsumen, penjualan eceran, nilai tukar petani, dan penjualan otomotif yang mengindikasikan konsumsi masyarakat berpotensi mengalami kontraksi.

Lalu, perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini yang cenderung stabil ditunjukkan dengan volatilitas nilai tukar rupiah secara rata-rata menurun. Itu terindikasi dari one-month implied volatility yang menurun menjadi 11,3% sepanjang bulan Juli ini dari bulan Juni yang yang tercatat di kisaran 12-13%.

"Penurunan volatilitas rupiah tersebut sejalan dengan penurunan volatilitas di pasar keuangan global," katanya. ( Baca juga: Bank Indonesia Proyeksi Pertumbuhan Kredit 2020 Melemah )

Sedangkan faktor penurunan suku bunga ini melihat, defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal II 2020 (2Q20) diperkirakan tetap rendah dan bahkan lebih rendah dibandingkan CAD pada kuartal I 2020 yang tercatat -1,4% terhadap PDB.

"Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut terindikasi dari surplus neraca perdagangan pada 2Q20 yang tercatat surplus USD2,91miliar, meningkat dari kuartal sebelumnya yang tercatat USD2,59miliar," katanya.

Dia menambahkan, ekspektasi kembali menurunnya defisit transaksi berjalan pada 2Q20 mengindikasikan bahwa aktivitas investasi serta permintaan domestik yang lemah sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi yang signifikan pada 2020.

Secara keseluruhan, penurunan suku bunga acuan BI bertujuan untuk memberikan stimulasi bagi perekonomian domestik, khususnya sisi permintaan perekonomian dan mendukung aktivitas produksi yang secara gradual mulai membaik. Terutama, dalam mendorong penurunan suku bunga perbankan sehingga dapat mengakselerasi momentum pemulihan ekonomi nasional.

"Suku bunga instrumen BI lainnya, yakni reverse repo SUN, dalam 1-2 minggu terakhir ini menunjukkan penurunan yang pada umumnya mengindikasikan penurunan suku bunga acuan BI," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Rekomendasi
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved