alexametrics

Rupiah Terpuruk

Pemerintah Harus Optimalkan Peran Sucofindo-Surveyor

loading...
Pemerintah Harus Optimalkan Peran Sucofindo-Surveyor
Pemerintah diminta mengoptimalkan PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia untuk membantu para eksportir. Foto: Ilustrasi/istimewa
A+ A-
JAKARTA - Melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan bisa dimaksimalkan para eksportir nasional merebut pasar mancanegara. Pemerintah diminta mengoptimalkan PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia untuk membantu para eksportir.

Sekretaris Program Magister Kebijakan Publik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rusman Ghazali mengatakan, meski di satu sisi pelemahan nilai tukar rupiah memberi beban perekonomian. Namun di sisi lain ada keuntungan yang bisa kita raup, yaitu makin kompetitifnya harga komoditas Indonesia di pasar ekspor. Ini yang harus dioptimalkan.

Direktur Public Trust Institute Hilmi R Ibrahim mengatakan, pemerintah perlu mengoptimalkan peran perusahaan penilai Sucofindo dan Surveyor Indonesia yang sudah memiliki brand baik di mata dunia dalam menilai komoditas-komoditas layak ekspor.



"Jadikan Sucofindo dan Surveyor Indonesia sebagai gerbang peningkatan ekspor komoditas Indonesia. Caranya, gaet mereka untuk menentukan kualitas komoditas yang akan diekspor," tutur Hilmi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, pemerintah pusing melihat pelemahan nilai rupiah. Namun tidak demikian dengan para pengusaha, khususnya para eksportir yang justru mendapatkan keuntungan berlipat dari menguatnya USD terhadap rupiah.

"Pelemahan rupiah atas dolar ada yang mendapat keuntungan, eksportir yang senang saya yang pusing. Yang senang di Sulsel ini, beritanya saya pantau terus, barang-barang yang tidak kita perhatikan di sini dikerjakan dengan baik," kata Jokowi saat melepas ekspor 27 komoditas di terminal peti kemas Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, belum lama ini.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak