alexametrics

Jokowi Sedih Rp240 Triliun Habis Dibakar di Jalan

loading...
Jokowi Sedih Rp240 Triliun Habis Dibakar di Jalan
Jokowi sedih Rp240 triliun habis dibakar di jalan. Foto: Dok Sindo
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih lantaran Rp240 triliun yang digelontorkan untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) habis dibakar di jalan dan tidak dinikmati oleh masyarakat luas.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan Bersama DPR/DPD RI yang dihadiri seluruh pimpinan kementerian dan lembaga negara serta seluruh anggota parlemen.

"Saya memahami, kebijakan yang saya ambil di awal pemerintahan adalah kebijakan yang tidak populer. Pemerintah seakan-akan tidak berpihak kepada rakyat.‎ Namun, moral saya mengatakan, saya harus bertindak dan menghentikan praktik yang tidak benar," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2015).



Dia mengungkapkan, ‎langkah awal yang ditempuh adalah mengalihkan subsidi BBM ke sektor-sektor produktif dan jaring pengaman sosial. Selain itu, juga menata jalur pengadaan dan distribusi BBM.

"Tahun lalu, sekitar Rp240 triliun subsidi BBM hanya dibakar di jalan-jalan dan dinikmati oleh jutaan mobil pribadi," imbuh dia.

Menurutnya, selama ini subsidi BBM tidak dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di gunung-gunung, di pesisir-pesisir, di pulau-pulau terpencil atau masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

"‎Itulah yang saya sebut sebagai praktik yang tidak benar tersebut. Padahal uang sebesar itu dapat digunakan untuk membangun sekolah, membangun rumah sakit, meningkatkan kesejahteraaan rakyat melalui program ekonomi produktif dan perlindungan sosial, serta membangun lebih banyak lagi infrastruktur‎," tutur dia.

Baca:

Jokowi Optimistis Indonesia Berpeluang Jadi Negara Maju

Jokowi Beberkan Transformasi Fundamental Ekonomi

DPD: Beban Pemerintahan Jokowi Banyak
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak