alexametrics

Petronas Lifting Perdana Lapangan Bukit Tua

loading...
Petronas Lifting Perdana Lapangan Bukit Tua
Petronas Carigali Ketapang II Ltd melaksanakan kegiatan lifting pertama Ratu Nusantara di lepas pantai Madura, Jawa Timur. Foto: Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petronas Carigali Ketapang II Ltd melaksanakan kegiatan lifting pertama dari fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (Floating Production, Storage and Offloading/FPSO) Ratu Nusantara di lepas pantai Madura, Jawa Timur.

Seperti diketahui, FPSO Ratu Nusantara merupakan fasilitas penampungan minyak berkapasitas 630.000 barel diambil dari Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang.

"Pengaturan lifting dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan yang ditetapkan di kontrak kerja sama mengenai pembagian hasil penjualan antara Pemerintah Indonesia dengan Kontraktor KKS Blok Ketapang,” kata Amien Sunaryadi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Jakarta, Minggu (16/8/2015).



Amien menambahkan, belum lama ini kunjungan kerja ke lapangan Bukit Tua untuk mendapatkan informasi mengenai hambatan-hambatan yang terjadi dalam operasional. Pasalnya, dari yang direncanakan pasokan minyak dari lapangan tersebut akan dikirim ke kilang-kilang milik Pertamina dengan menggunakan Kapal Tanker milik Pertamina (Persero), yakni MT Pegasus Success XXXVIII.

Sementara untuk gas dari Lapangan Bukit Tua, akan dialirkan ke fasilitas penerimaan di darat atau Onshore Receiving Facility (ORF) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Di mana, lanjut Amien, Gas tersebut rencananya akan digunakan untuk kepentingan Pembangkit Listrik Jawa Bali.

“Kami cari tahu hal-hal apa saja yang dapat dilakukan oleh SKK Migas untuk mempercepat penyelesaian masalah-masalah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Presiden Petronas Carigali Ketapang II Ltd Hazli Sham Kassim mengapreasiasi langkah pemerintah Indonesia yang telah mendukung proyek Lapangan Bukit Tua sehingga berhasil mencapai lifting pertamanya dengan baik.

Hazli berharap, produksi migas dari blok Ketapang itu mampu memberikan sumbangan yang positif untuk produksi Migas nasional. “Semua pencapaian ini, tentu atas dukungan pemerintah Indonesia di tingkat nasional maupun daerah,” jelasnya.

Seperti diketahui, Lapangan Bukit Tua telah memulai produksi minyak dan gas bumi pada pertengahan Mei 2015. Saat ini, lapangan tersebut mampu menghasilkan sekitar 5.000 barel minyak per hari dan 3 juta kaki kubik gas bumi per hari.

Adapun produksi secara bertahap akan meningkat hingga produksi puncak sebesar 20.000 barel minyak per hari dan 50 juta kaki kubik per hari pada 2016. Lapangan Bukit Tua sendiri merupakan proyek hulu migas terbesar Petronas di Indonesia dengan investasi sekitar USD800 juta terletak 35 kilometer sebelah utara Pulau Madura, dan 110 kilometer timur laut Kota Gresik, Jawa Timur.

Baca: DPR Heran Untung Petronas Lebih Besar dari Pertamina
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak