Kata Erick Thohir, Ekspansi BUMN ke Kancah Global Bukan Gaya-gayaan

Jum'at, 17 Juli 2020 - 13:55 WIB
loading...
Kata Erick Thohir, Ekspansi BUMN ke Kancah Global Bukan Gaya-gayaan
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna mendukung program BUMN Go Global, pada Jumat (17/7).

Menteri BUMN Erick Thohir menilai, dukungan Kementerian Luar Negeri sangat penting untuk menyokong dunia usaha, khususnya BUMN agar mampu bersaing di ranah global.

“Sesuai dengan arahan bapak Presiden. Kita ketahui bahwa ke depan Indonesia secara diplomatik tidak hanya fokus di politik, tetapi juga kita terus mengembangkan dunia usaha, baik swasta dan BUMN. Tadi Ibu (Retno Marsudi) menyampaikan BUMN Go Global, yang kami artikan adalah coba memasarkan produk BUMN yang sudah diakui banyak negara,” tutur Erick dalam sambutannya di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Ercik kemudian memberikan contoh produk-produk BUMN yang sudah diakui dunia. Misalnya, produk vaksin yang diproduksi oleh Bio Farma (Persero) dan produk untuk industri pertahanan. ( Baca juga:Menteri Erick Membuka Jalan Bagi Pemerintah Mewujudkan The Good Of Mankind )

“Namun, tidak cukup hanya itu saja. Kita tahu, selama ini kita hanya jadi market, tetapi sampai kapan. Dan ini yang kita harapkan dengan melakukan akuisisi di luar negeri, maka kita mampu memperbaiki supply chain, bukan untuk gaya-gayaan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, yakni pasar yang besar dan kaya sumber daya alam. Sayangnya, logistik dan teknologi masih kekurangan.

Di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, mendukung dan membantu program BUMN Go Global.

“Melalui MoU ini, kami akan membentuk tim bersama untuk program BUMN Go Global guna pengembangan serta ekspansi BUMN di ranah global. Serta melakukan identifikasi berbagai peluang investasi baik inbound dan outbound,” tuturnya.
(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1433 seconds (11.210#12.26)