alexametrics

Rizal Ramli Tutup Peluang Bebas Visa bagi ISIS

loading...
Rizal Ramli Tutup Peluang Bebas Visa bagi ISIS
Menko bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Foto: Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli saat ini tengah gencar melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke Indonesia, salah satunya dengan penerapan bebas visa bagi negara-negara di dunia.

Dia mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan jumlah negara yang turisnya dapat melancong ke Indonesia tanpa visa. Namun, peluang tersebut tertutup untuk negara yang berideologi kekerasan seperti Negara Islam Irak dan Syam (the Islamic State of Iraq and Syria/ISIS).

"‎Kita tingkatkan jumlah negara bebas visa. Kecuali negara itu aktif di bisnis narkotika, ideologi kekerasan seperti ISIS dan sebagainya. Kita enggak mau Indonesia jadi ideologi pertentangan garis keras‎," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (14/9/2015).



Rizal menyebutkan, saat ini jumlah wisatawan mancanegara yang ke Indonesia baru berjumlah 10 juta orang. Mantan Menko bidang Perekonomian ini berambisi meningkatkan jumlahnya menjadi 20 juta orang dalam lima tahun.

Keinginannya ini mengingat potensi pariwisata di Indonesia sangatlah besar. Terlebih, sektor ini menyerap tenaga kerja yang cukup besar dengan sumbangan devisa yang juga tak kalah besarnya.

Sayangnya, sambung mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini, saat ini sumbangan devisa sektor pariwisata baru sekitar USD10 miliar. Dibanding Italia, Yunani, Spanyol, dan Turki, pendapatan devisa Indonesia masih kecil.

"‎Yang bekerja di sektor pariwisata sekarang 3 juta bisa naik 7 juta. Sektor ini yang paling murah dalam menciptakan lapangan kerja sekitar USD3.000 per job. Yang lain kan USD50 ribu per job. Devisa juga baru USD10 miliar. Kami ingin USD20 miliar," tandasnya.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak