alexametrics

Kemiskinan Bertambah akibat Lapangan Kerja Kurang

loading...
Kemiskinan Bertambah akibat Lapangan Kerja Kurang
Angka kemiskinan di Indonesia bertambah akibat keterbatasan lapangan pekerjaan. Foto: Grafis/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Keterbatasan lapangan pekerjaan di Indonesia menyebabkan angka kemiskinan terus bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, dari September 2014 hingga Maret 2015 angka kemiskinan naik 0,26%.

Ekonom dari Asian Development Bank (ADB) Edimon Ginting mengatakan, ada 2,7 juta pekerjaan yang diciptakan di Indonesia selama setahun, namun kapasitas tersebut tidak sebanding dengan jumlah pelamar kerja.

"Kalau kita lihat antara Februari 2014 ke 2015 bulan yang sama, ada 2,7 juta lapangan pekerjaan yang diciptakan. Tapi, ada 3 juta orang yang mencari pekerjaan. Nah, yang tidak bekerja ini, bisa menambah angka poverty (kemiskinan) di negara kita. Jadi wajar kalau angka kemiskinan Indonesia naik," jelasnya ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Rabu (16/9/2015)



Selain itu, lanjut dia, banyak para pekerja yang dengan mudah berpindah sektor pekerjaan dari sektor formal ke informal. Sedangkan selama jeda mencari pekerjaan baru, itu membutuhkan waktu yang lama terkadang.

"Jadi mereka terkadang menganggur dulu. Itu yang sebabkan Picu angka kemiskinan juga," katanya.

Sedangkan, lanjut dia, antara job dan pertumbuhan penduduk, tidak balance. Lapangan pekerjaan saat ini dengan pertumbuhan pencari kerja sekarang sudah tidak mencukupi untuk menarik pekerja.

"Ini tanda-tanda bahwa pertumbuhan pencari kerja saat ini, sudah tidak memungkinkan untuk menyerap tenaga baru. Itu yang membuat kemiskinan meningkat. Makanya insentif pemerintah, dana desa, itu penting untuk menciptakan lapangan kerja baru sementara," pungkasnya.

Baca juga:

Orang Miskin Bertambah, DPR Sebut Pemerintah Gagal


Jumlah Penduduk Miskin RI Naik Jadi 28,59 Juta Orang
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak