alexametrics

Ini Perbedaan ORI012 dengan Seri Sebelumnya

loading...
Ini Perbedaan ORI012 dengan Seri Sebelumnya
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan menyatakan, untuk penerbitan ORI dengan seri 012 agak berbeda dengan sebelumnya. Foto: Ilustrasi/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan menyatakan, untuk penerbitan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dengan seri 012 agak berbeda sistem minimum hold dananya dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Robert mengatakan, seri sebelumnya, minimum hold dana dari ORI adalah satu bulan. Untuk seri 012 dana yang dihold minimum dua bulan dengan pembayaran kupon pertama kali di 15 November 2015‎. ORI 012 baru ditawarkan sejak 21 September hingga 15 Oktober 2015.

"‎ORI sebelumnya kan minimum hold-nya satu bulan. Sekarang harus dua bulan. Di-hold-nya lebih lama. Jika sudah dua bulan, pemegang ORI-nya baru boleh menawarkan atau menjual ke pasar sekunder," kata dia di Jakarta, Senin (21/9/2015).



Saat ini, kata Robert ‎pasar Surat Utang Negara (SUN) dalam rupiah yang dipegang asing posisinya berada di 37,76% di pasar sekunder. "Posisi di pasar sekunder saat ini ada di Rp529 triliun. ‎Pasar sekunder kita saat ini dipegang asing," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia hari ini resmi meluncurkan ORI012. Masa penawarannya mulai dari 21 September-15 Oktober 2015 dengan minimum pemesanan Rp5 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, untuk bunga dari ORI012 sebesar 9% per tahun dan akan dibayarkan setiap tanggal 15.

"Kami baru saja luncurkan ORI untuk pembiayaan defisit APBN P 2015. Jatuh temponya tiga tahun untuk pembayaran kupon (bunga) 9%. Harapannya setelah diluncurkan ini, investor domestik makin berani masuk ke instrumen lain," ujar dia.

Baca Juga:

Pemerintah Resmi Tawarkan ORI012 dengan Bunga 9%


Terbitkan ORI012, Pemerintah Targetkan Raup Rp20 T
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak