Transaksi E-commerce Indonesia Diproyeksi Capai Rp1.335 Triliun di 2026

Selasa, 21 Maret 2023 - 22:48 WIB
loading...
Transaksi E-commerce...
Transaksi perdagangan elektronik Indonesia di 2026 diproyeksi mencapai USD89 miliar atau sekitar Rp1.335 triliun. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Transaksi perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia diprediksi meningkat 128% mencapai USD89 miliar atau sekitar Rp1.335 triliun (kurs Rp15.000 per USD) dalam nilai transaksi bruto dari 2023 hingga 2026. Proyeksi nilai transaksi tersebut menempatkan Indonesia di atas negara-negara tetangga seperti Vietnam (USD33 miliar), Thailand (USD26 miliar), dan Filipina (USD17 miliar).

Proyeksi optimistis tersebut terungkap dalam laporan International Data Corporation (IDC) terbaru yang dikeluarkan oleh platform pembayaran digital 2C2P dan asosiasi global untuk para praktisi pembayaran dan pencegahan transaksi penipuan Merchant Risk Council (MRC).

Baca Juga: Penipuan Online Marak, Bentengi Data Pribadi dari Risiko Peretasan

Namun, pesatnya perkembangan e-commerce serta lanskap pembayaran secara elektronik juga diikuti oleh tantangan baru, yakni meningkatnya transaksi penipuan (fraud) di dunia maya. Berdasarkan laporan tersebut, persentase pengguna internet Indonesia yang menjadi korban penipuan atau fraud di tahun 2021 adalah yang tertinggi di Asia Tenggara, yakni sebanyak 26%.

Data Bareskrim Polri pun menunjukkan, penipuan online menempati posisi kedua sepanjang Januari-September 2020 yang berkontribusi lebih dari seperempat kasus kejahatan siber pada periode tersebut.

"Memang sulit dihindari, seiring dengan berkembangnya transaksi elektronik ini, risikonya pun ikut meningkat," ujar Country Head 2C2P Indonesia Adi Nugroho, dalam diskusi bersama media di Jakarta, Selasa (21/3/2023).

Di pasar seperti Indonesia yang pengguna baru layanan digitalnya terus berkembang, lanjut dia, tingkat keberhasilan transaksi penipuan dapat menjadi lebih tinggi karena ketidaktahuan konsumen tentang proses keamanan transaksi.

Baca Juga: Kapolri Bentuk Satgas untuk Berangus Penipuan Online dan Aplikasi Palsu

Terkait dengan proyeksi ini, 2C2P terus memperkuat komitmen guna melindungi merchant dan juga konsumen. "Seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan metode pembayaran yang beragam, kami pun terus menyempurnakan langkah-langkah pencegahan dan mengimplementasikan pembaruan secara berkala untuk memitigasi ancaman terbaru guna melindungi merchant dan konsumen," tegas Adi.

2C2P, imbuh dia, juga berada di posisi yang tepat untuk memperluas lanskap pembayaran digital Indonesia sekaligus mendukung bisnis-bisnis papan atas yang berencana memperluas pasar secara global dan membantu perusahaan tersebut menyediakan solusi pembayaran yang lebih cepat dari sebelumnya.

Sementara, CEO MRC Julie Fergerson dalam keterangan tertulisnya terkait laporan IDC tersebut mengatakan, seiring perkembangan pesat transaksi online di Indonesia, bisnis perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan perilaku konsumen, termasuk mengadopsi metode pembayaran yang baru. Penambahan metode pembayaran populer diproyeksi dapat mendongkrak penjualan rata-rata sebesar 10%.

Selain itu, bisnis online juga perlu memitigasi tren penipuan terbaru yang muncul demi memproteksi diri dan pelanggannya. Terkait dengan itu, bergabung dalam wadah komunitas yang memiliki kepentingan serupa, yakni mencegah transaksi penipuan online seperti MRC, sangat disarankan.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rebranding CashUP Menandai...
Rebranding CashUP Menandai Era Baru Ekosistem Teknologi dan Pembayaran
Visa Soroti Peran AI...
Visa Soroti Peran AI dalam Transformasi Industri Pembayaran Digital
CASH Fokus Perkuat Fundamental...
CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital
Ada Finpay di Balik...
Ada Finpay di Balik Ekspansi QRIS ke China, Mampu Tangani 1.500 Transaksi per Detik
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Rekomendasi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved