alexametrics

Aktivitas Manufaktur Jepang Naik Tercepat dalam Setahun

loading...
Aktivitas Manufaktur Jepang Naik Tercepat dalam Setahun
Aktivitas manufaktur Jepang naik tercepat dalam setahun. Foto: Reuters
A+ A-
TOKYO - Aktivitas manufaktur Jepang pada Oktober naik dengan laju tercepat dalam setahun karena pesanan domestik dan ekspor meningkat.

Dikutip dari Reuters, Indeks Manajer Manufaktur (PMI) Jepang oleh Markit naik ke 52,4 pada Oktober, sedikit di bawah pembacaan awal pada 52,5 tetapi membaik dari pembacaan akhir di 51,0 pada September.

Indeks tetap di atas ambang 50, yang memisahkan ekspansi dari kontraksi untuk bulan keenam. Kinerja manufaktur pada Oktober adalah yang terkuat dalam setahun.



Temuan ini menambah bukti bahwa ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut pulih dari koreksi pada awal tahun ini karena permintaan di dalam dan luar negeri mulai membaik.

PMI untuk pesanan ekspor baru adalah 52,2 pada Oktober, tepat di atas pembacaan awal 52,1 dan menunjukkan kembali ke pertumbuhan dari bulan sebelumnya pada 48,0.

Indeks pesanan baru secara keseluruhan, baik yang di dalam maupun luar negeri adalah 54,2 pada Oktober. Angka ini di bawah pembacaan flash 54,9 tapi masih menunjukkan ekspansi tercepat dalam setahun.

Ekonomi Jepang mengalami kontraksi pada April-Juni dan ada kemungkinan itu bisa berkontraksi lagi pada Juli-September.
Namun, data PMI yang optimistis pada Oktober dapat mendukung argumen bahwa permintaan domestik akhirnya meningkatkan dan bahwa permintaan luar negeri mulai melepaskan dampak dari menurunnya permintaan di China dan pasar negara berkembang lainnya.

Data pekan lalu menunjukkan kenaikan tak terduga dalam produksi industri September adalah tanda lain bahwa perekonomian mulai tumbuh.

Bank Sentral Jepang menahan untuk menambah program stimulus pada hari Jumat, dengan harapan bahwa ekonomi dapat mengatasi hambatan dari perlambatan China tanpa dukungan stimulus moneter tambahan.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak