Pacu Pra Penjualan 2023, Lippo Village Jadi Andalan LPKR
Kamis, 30 Maret 2023 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Bisnis Properti Lippo Karawaci Perlahan Mulai Pulih)
Di samping itu, anak usaha LPKR, yaitu PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK), berhasil mencatatkanpra penjualan Rp1,37 triliun pada 2022, di mana 68% berasal dari peluncuran proyekperumahan (terutama Waterfront Uptown Estates dan Cendana Spark) dan 25% dari penjualankavling industri senilai Rp340 miliar.
Group CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa LPKR telah menetapkan target panduan prapenjualan sebesar Rp4,9 triliun pada tahun ini, yang sebagian besar akan didorong oleh produkresidensial baru, termasuk proyek rumah tapak sampai dengan unit apartemen bertingkat rendahdan menengah di kawasan Lippo Village dan Lippo Cikarang.
“Kami juga terus mengamati faktor risiko makro dengan hati-hati yang dapat mempengaruhipenjualan pemasaran ke depan. Kami bangga dengan pencapaian kami di tahun 2022. Namun,perlu mengelola hambatan makro yang semakin menantang pada tahun 2023, termasuk tekananinflasi dan meningkatnya lingkungan suku bunga, yang dapat menyebabkan melemahnyapermintaan,” kata John dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/3/2023).
Di samping itu, anak usaha LPKR, yaitu PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK), berhasil mencatatkanpra penjualan Rp1,37 triliun pada 2022, di mana 68% berasal dari peluncuran proyekperumahan (terutama Waterfront Uptown Estates dan Cendana Spark) dan 25% dari penjualankavling industri senilai Rp340 miliar.
Group CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa LPKR telah menetapkan target panduan prapenjualan sebesar Rp4,9 triliun pada tahun ini, yang sebagian besar akan didorong oleh produkresidensial baru, termasuk proyek rumah tapak sampai dengan unit apartemen bertingkat rendahdan menengah di kawasan Lippo Village dan Lippo Cikarang.
“Kami juga terus mengamati faktor risiko makro dengan hati-hati yang dapat mempengaruhipenjualan pemasaran ke depan. Kami bangga dengan pencapaian kami di tahun 2022. Namun,perlu mengelola hambatan makro yang semakin menantang pada tahun 2023, termasuk tekananinflasi dan meningkatnya lingkungan suku bunga, yang dapat menyebabkan melemahnyapermintaan,” kata John dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/3/2023).
(dar)
Lihat Juga :