alexametrics

IHSG Diprediksi Rentan Pelemahan

loading...
IHSG Diprediksi Rentan Pelemahan
IHSG diprediksi rentan pelemahan. Foto: Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih rawan pelemahan, terutama jika rilis data-data yang ada maupun pergerakan laju bursa saham global kembali melemah.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, jika sentimen tak mendukung maka laju IHSG rentan terhadap pembalikan arah.

"Utang gap di level 4.452-4.474 dan sebelumnya di level 4.346-4.381 masih ada maka tetap waspada jika potensi pelemahan dapat terjadi," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/11/2015).



Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.485-4.500 dan resisten 4.528-4.545. Laju IHSG kemarin di atas area target support 4.425-4.485 dan sempat melampaui area target resisten 4.512-4.532 meski kembali berakhir di area tersebut.

"Penguatan yang kami nilai dipaksakan seiring dengan imbas positifnya laju bursa saham AS sebelumnya memberikan peluang yang rendah terhadap laju IHSG untuk bertahan di zona hijaunya," jelas Reza.

Dia menyampaikan, aksi beli masih berlanjut seiring dengan imbas positifnya laju bursa saham Asia yang merespon positifnya penutupan laju bursa saham AS sebelumnya.

Menghijaunya laju bursa saham AS mengindikasikan pelaku pasar di sana tampaknya sudah tidak terlalu mengkhawatirkan adanya kenaikan suku bunga The Fed bila terjadi pada Desember. Pelaku pasar di dalam negeri memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali melakukan aksi beli dari pelemahan sebelumnya.

Bahkan masih melemahnya nilai tukar Rupiah dan kekhawatiran akan terjadinya pembalikan arah melemah tidak menghalangi laju kenaikan IHSG. Asing masih kembali mencatatkan aksi jual dan laju rupiah yang kembali melanjutkan penurunan. Asing kembali nett sell dari net sell Rp Rp3,47 miliar menjadi net sell Rp66,05 miliar.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak