Menangkap Peluang Bisnis lewat Kolaborasi Pengusaha Pakistan dan Indonesia
Senin, 03 April 2023 - 15:45 WIB
loading...
Wadah perkumpulan antar dua negara yaitu Pakistan dan Indonesia, yang disingkat menjadi Pakindo digagas oleh pengusaha karpet Atta Ul Karim. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wadah perkumpulan antar dua negara yaitu Pakistan dan Indonesia, yang disingkat menjadi Pakindo mendapat dukungan dari Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Erdiriyo. Bahkan Ia turut memberikan langkah-langkah konkrit untuk terbangunnya wadah Pakindo.
"Perkumpulan ini nanti jangan membebani anggotanya. Makannya harus dilandasi dengan hybrid bisnis dan pemberdayaan berbasis moralitas, karena dengan ini perkumpulan akan bisa berjalan," ucap Erdiriyo saat silaturahmi Ramadan dengan pengusaha karpet asal Pakistan, Atta Ul Karim pada Rabu (31/3/2023).
Baca Juga: Kerja Sama Global Produksi Kapal
"Ciptakan kegiatan perekonomian, jika berhasil maka secara otomatis perkumpulan akan berjalan dengan sendirinya," tegasnya.
Atta mengaku, telah lama ingin membentuk wadah ini hingga banyak melakukan observasi. Ia juga menjelaskan terkait peluang apa saja bisnis atau kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan.
"Rempah yang banyak digunakan di Pakistan itu kebanyakan impor dari India, dan India ternyata banyak juga rempahnya yang impor dari Indonesia," ucap Atta yang juga sering disebut Sultan Karpet.
"Perkumpulan ini nanti jangan membebani anggotanya. Makannya harus dilandasi dengan hybrid bisnis dan pemberdayaan berbasis moralitas, karena dengan ini perkumpulan akan bisa berjalan," ucap Erdiriyo saat silaturahmi Ramadan dengan pengusaha karpet asal Pakistan, Atta Ul Karim pada Rabu (31/3/2023).
Baca Juga: Kerja Sama Global Produksi Kapal
"Ciptakan kegiatan perekonomian, jika berhasil maka secara otomatis perkumpulan akan berjalan dengan sendirinya," tegasnya.
Atta mengaku, telah lama ingin membentuk wadah ini hingga banyak melakukan observasi. Ia juga menjelaskan terkait peluang apa saja bisnis atau kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan.
"Rempah yang banyak digunakan di Pakistan itu kebanyakan impor dari India, dan India ternyata banyak juga rempahnya yang impor dari Indonesia," ucap Atta yang juga sering disebut Sultan Karpet.
Lihat Juga :