PT Sarana Mitra Luas Tbk, Pionir Rental Forklift Elektrik & Pemain Kunci di Pasar Domestik
Rabu, 05 April 2023 - 11:58 WIB
loading...
A
A
A
Setelah cukup diakui dan mampu menguasai pasar di kawasan barat Indonesia, perseroan berencana untuk mengembangkan bisnisnya dengan melakukan penetrasi di wilayah timur Indonesia yang memiliki potensi besar dan belum digarap selama ini.
Sebagai salah satu langkah nyata guna mendukung ekspansi tersebut, SML pada tahun ini berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO , dan saat ini telah resmi memulai masa penawaran awal (book building) sejak tanggal 30 Maret 2023 sampai dengan tanggal 11 April 2023.
Berdasarkan informasi yang tertuang dalam prospektus awal, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,75 miliar saham baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO yang ditawarkan pada rentang harga Rp100-Rp200 per saham, dengan target dana yang terkumpul antara Rp175 miliar-Rp350 miliar.
Dana hasil IPO tersebut sebagian besar rencananya akan digunakan untuk belanja modal. Di antaranya pembelian unit forklift baru, unit lithium battery untuk forklift elektrik, dan unit kendaraan operasional, serta sisanya akan digunakan untuk mendanai kebutuhan operasional sehari-hari.
Bersamaan dengan IPO ini, Sarana Mitra Luas juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,45 miliar Waran Seri I dengan rasio setiap pemegang 5 saham baru berhak memperoleh 7 waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp500 per saham.
Dalam rangka mendukung proses IPO ini, Sarana Mitra Luas telah menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Direktur Investment Banking PT MNC Sekuritas Hary Herdiyanto mengungkapkan,IPO SML memiliki cukup banyak investment thesis yang dapat menjadi pertimbangan calon investor. Yang utama antara lain adalah business model yang aman dan profitable, didukung oleh pelanggan berkualitas tinggi dan kontrak jangka panjang (3-4 tahun) dan marjin usaha yang sangat baik, dan secara historis perseroan mampu mencatatkan marjin laba bersih berkisar antara 10% s/d 25% dan marjin laba kotor berkisar antara 30% s/d 40%.
Sebagai salah satu langkah nyata guna mendukung ekspansi tersebut, SML pada tahun ini berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO , dan saat ini telah resmi memulai masa penawaran awal (book building) sejak tanggal 30 Maret 2023 sampai dengan tanggal 11 April 2023.
Berdasarkan informasi yang tertuang dalam prospektus awal, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,75 miliar saham baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO yang ditawarkan pada rentang harga Rp100-Rp200 per saham, dengan target dana yang terkumpul antara Rp175 miliar-Rp350 miliar.
Dana hasil IPO tersebut sebagian besar rencananya akan digunakan untuk belanja modal. Di antaranya pembelian unit forklift baru, unit lithium battery untuk forklift elektrik, dan unit kendaraan operasional, serta sisanya akan digunakan untuk mendanai kebutuhan operasional sehari-hari.
Bersamaan dengan IPO ini, Sarana Mitra Luas juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,45 miliar Waran Seri I dengan rasio setiap pemegang 5 saham baru berhak memperoleh 7 waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp500 per saham.
Dalam rangka mendukung proses IPO ini, Sarana Mitra Luas telah menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Direktur Investment Banking PT MNC Sekuritas Hary Herdiyanto mengungkapkan,IPO SML memiliki cukup banyak investment thesis yang dapat menjadi pertimbangan calon investor. Yang utama antara lain adalah business model yang aman dan profitable, didukung oleh pelanggan berkualitas tinggi dan kontrak jangka panjang (3-4 tahun) dan marjin usaha yang sangat baik, dan secara historis perseroan mampu mencatatkan marjin laba bersih berkisar antara 10% s/d 25% dan marjin laba kotor berkisar antara 30% s/d 40%.
Lihat Juga :