alexametrics

IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

loading...
IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan secara tren dimungkinkan adanya pelemahan lanjutan. Foto: Ilustrasi/istimewa
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan secara tren dimungkinkan adanya pelemahan lanjutan.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, jika diasumsikan pelaku pasar kembali melakukan aksi jualnya.

"Namun, kami berharap terdapat sentimen yang bisa positif sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk dilakukannya aksi beli sehingga laju IHSG dapat berbalik naik," ujarnya di Jakarta, Senin (30/11/2015).

Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.520-4.548 dan resisten 4.585-4.610. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.563-4.575 dan gagal mendekati area target resisten 4.618-4.625.



"Tetap cermati dan waspadai sentimen yang ada. Laju IHSG masih menyimpan utang gap di level 4.452-4.474, dan sebelumnya di level 4.346-4.381," jelas Reza.

IHSG kemarin mulai berkurang volume penguatannya dan pada akhir pekan kemarin, laju IHSG cenderung mengalami pelemahan.

Sehari sebelumnya, saat IHSG berada di level tertingginya, 4.621, secara intraday perdagangan di mana mulai adanya pembalikan arah melemah, yang kemungkinan mulai adanya sentimen kurang baik sehingga memicu aksi jual.

Dengan tidak mampu bertahannya laju IHSG di level tersebut memberikan penilaian negatif akan adanya pembalikan arah melemah.

Dengan tidak adanya sentimen acuan dari AS karena adanya libur dan beberapa sentimen negatif lainnya membuat laju IHSG terhempas dari zona hijau.

"Asing kembali melakukan pembelian namun, tidak didukung laju rupiah yang berbalik melemah. Asing berbalik nett buy (dari net buy Rp88,93 miliar menjadi net sell Rp88,93 miliar)," pungkasnya.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak