Impor Beras Jangan Sampai Abaikan Produksi Petani

Sabtu, 08 April 2023 - 18:10 WIB
loading...
Impor Beras Jangan Sampai...
Pemerintah diminta memantau produksi petani. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia ( Perpadi ) menyatakan bahwa harga gabah petani tidak akan jatuh di bawah harga pokok penjualan (HPP) gabah yang sebelumnya telah ditetapkan Rp5.000 bila. Syaratnya, pemerintah harus mampu mengendalikan jumlah pasokan dengan tetap memperhatikan dan menyerap produksi beras di dalam negeri.

Baca juga: Soal Impor Beras 500.000 Ton, Perpadi: Dari Tahun Lalu Surplusnya Turun

“Memang impor ini akan menciptakan keseimbangan baru harga, sehingga harga gabah bisa mencapai HPP. Tapi, jangan sampai pemerintah tidak beli saat harga gabah sudah turun,” ujar Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (8/4/2023).

Menurutnya, pemantauan terhadap produksi dalam negeri perlu dilakukan walaupun pemerintah sudah melakukan impor beras. Upaya itu sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran, bila produksi yang meningkat tidak diiringi dengan peningkatan permintaan, otomatis harga akan jatuh.

Apalagi, impor beras dilakukan pada saat panen raya. Bila pemerintah tidak menyerap beras produksi di dalam negeri, petani akan sangat dirugikan.

Selain itu, Sutarto mendorong pemerintah untuk menerapkan metode mata rantai pasok yang tertutup (closed loop). Dalam hal ini, penggilingan padi yang ada di desa bisa dijadikan sebagai supplier langsung untuk pemerintah.

“Hal ini bisa dilaksanakan kalau metode korporasinya pas. Kalau bisa dibangun satu jaringan seperti itu, pemerintah tidak akan kesulitan mendapatkan beras,” imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Urgensi Cadangan Beras...
Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Rekomendasi
Meghan Markle Siap Kembali...
Meghan Markle Siap Kembali ke Inggris Bersama Pangeran Harry dan Anak-anaknya
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Ngegas Naik Changan...
Ngegas Naik Changan Deepal S05 Jakarta- Ciletuh, Ternyata Begini Rasanya
Berita Terkini
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved