alexametrics

Potensi Investasi Capai Rp215 Triliun, BKPM Dorong Sektor Farmasi

loading...
Potensi Investasi Capai Rp215 Triliun, BKPM Dorong Sektor Farmasi
BKPM mendorong pengembangan investasi industri farmasi Indonesia dengan mengutamakan kemandirian obat, substitusi impor dan peningkatan ekspor/ Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan membangun skateholder untuk mendorong pengembangan investasi industri farmasi Indonesia dengan mengutamakan kemandirian obat, substitusi impor dan peningkatan ekspor serta pengusaan teknologi.

Dengan demikian, menurutnya sektor farmasi dalam negeri termasuk obat dan bahan bakunya bisa berkembang, sehingga impor bahan baku obat yang selama ini membuat harga obat di dalam negeri tinggi bisa dikurangi.

Merujuk data Gabungan Produsen Farmasi (GP Farmasi), Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan proyeksi investasi di sektor farmasi Indonesia untuk tahun 2015-2025 diperkirakan akan mencapai Rp 215 triliun.



"Jumlah tersebut dihitung berdasarkan potensi sektor farmasi Indonesia di tahun 2025 mencapai Rp 700 triliun yang terdiri dari pasar domestik sebesar Rp 450 triliun dan pasar ekspor Rp 250 triliun," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/12/2015).

Dia melanjutkan bahwa total investasi industri farmasi Indonesia 2015-2025 akan mencapai angka Rp 215 triliun dengan rencana penyerapan tenaga kerja mencapai 2 juta lapangan kerja. (Baca Juga: Bahan Baku Obat di Indonesia 90% Masih Impor)

Menurutnya minat investasi yang sudah disampaikan ke BKPM untuk sektor farmasi cukup banyak. Tinggal bagaimana seluruh stakeholder bersinergi kembangkan ekosistem usaha sektor farmasi.

"Yang terakhir adalah minat investasi dari Singapura. Sebelumnya, dalam kunjungan bersama dengan Presiden di Amerika Serikat, perusahaan farmasi AS juga berminat untuk masuk ke sektor ini,” tutupnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak