Bangun Ekosistem Kereta Api di Sumatera, Erick Thohir Lirik Jepang

Selasa, 18 April 2023 - 12:35 WIB
loading...
Bangun Ekosistem Kereta...
Erick Thohir mengatakan, kerja sama Indonesia dan Jepang akan terus ditingkatkan terutama di sektor transportasi kereta api. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, kerja sama Indonesia dan Jepang akan terus ditingkatkan terutama di sektor transportasi kereta api . Diterangkan bahwa pemerintah melirik Jepang agar bisa menjadi negara mitra dalam pembangunan ekosistem perkeretaapian di Pulau Jawa dan Sumatera .

"Karena itu saya sangat optimis kalau kita bisa meningkatkan hubungan kerja dengan Jepang, ini menjadi salah satu solusi, karena Jepang merupakan salah yang terbaik kalau kereta ya," ungkap Erick Thohir saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Selasa (18/4/2023).

Baca Juga: Jalur Rute Kereta Api Sumatera, Terpanjang di Sumatera Barat

Kesempatan kerja sama Indonesia dan Jepang akan digodok dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Seven (G7) di Hiroshima pada 19 Mei 2023 mendatang. Erick memastikan, dirinya akan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri forum tujuh negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Indonesia tak sebatas menjadi tamu di KTT G7, kedatangan pemerintah di negeri Sakura itu sekaligus membawa rencana kerja sama bisnis yang dipandang strategis. Salah satunya menargetkan Jepang sebagai mitra bisnis untuk moda transportasi kereta api.

"Salah satu yang sedang kita diskusikan karena ada rencana rapat G7, dan Indonesia diundang di Hirosima pada bulan depan. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan dan pihak Jepang untuk coba mulai melihat peta biru kereta api di Jawa dan Sumatera," ucapnya.

Baca Juga: Transportasi Penglaju dan Pengembangan Stasiun Kereta Api

Pembangunan ekosistem kereta api di Jawa dan Sumatera diyakini bisa menekan penggunaan kendaraan pribadi. Erick memandang penguatan ekosistem ini harus dilakukan lantaran menjadi solusi yang tepat.

Untuk Sumatera, moda transportasi massal ini belum maju jika dibandingkan dengan Jawa. Karena itu, investasi di sektor perkeretaapian di kawasan Barat Indonesia itu menjadi keharusan.

"Kemarin saya saksikan sendiri, satu-satu saya cek, ini menjadi yang positif dan apalagi kita lihat, khusus untuk menyambung kereta di Sumatera sendiri kan belum. Ini mesti kita lihat dari jangka pendek dan jangka panjang kalau memang kita ingin menekan penggunaan kendaraan pribadi, ya salah satunya dengan kereta," tutur dia.

"3 tahun terakhir kita terus giat mendorong daripada fasilitas perbaikan yang ada di kereta api, dan tentu ini perlu dukungan juga, kesuksesan ini dari masyarakat dan stakeholder pemerintah lainnya agar kita bisa melayani masyarakat," lanjut Erick.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Terungkap Penyebab Padam...
Terungkap Penyebab Padam Listrik Massal di Sumatera: Cuaca Buruk hingga Efek Banjir Bandang
Sumatera Blackout, InJourney...
Sumatera Blackout, InJourney Pastikan Bandara Beroperasi Normal
4,8 Juta Pelanggan PLN...
4,8 Juta Pelanggan PLN di Pulau Sumatera Masih Terdampak Mati Listrik Serempak
Gangguan Transmisi 275...
Gangguan Transmisi 275 kV Jadi Penyebab Listrik Padam di Sumatera
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Rekomendasi
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
Amerika Serikat Siap...
Amerika Serikat Siap Membangun Jalur Kereta di Permukaan Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved