Berguru Urban Farming Bersama Ninja Xpress, Potensi Usaha Baru dari Rumah
Selasa, 21 Juli 2020 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari itu, sayuran hasil kebun sendiri juga digemari karena masyarakat semakin aware dengan kesehatan. Melalui urban farming, seseorang dapat memastikan seluruh proses dan kandungan sayur aman untuk dikonsumsi oleh keluarga. Concern masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup sehat telah meningkat sejak tahun lalu. Pada laporan “2019 Year in Search”, Google mencatat bahwa masyarakat Indonesia tengah mencari alternatif makanan dan minuman yang lebih menyehatkan.
Pandemi yang tengah berlangsung diperkirakan akan membuat masyarakat semakin selektif terhadap makanan yang mereka konsumsi. Makanan-makanan sehat yang organik dan dapat membantu daya tahan tubuh akan banyak dicari.
Jika dilihat lebih jeli, tren hidup sehat dan urban farming ini juga menawarkan sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Selain untuk konsumsi keluarga, hasil bercocok tanam dapat dipasarkan dan diolah menjadi menu makanan sehat yang tengah digemari seperti salad wrap, smoothies, hingga detox juice.
Terlebih, urban farming dapat dilakukan dari rumah dengan alat dan bahan sederhana serta modal yang tidak terlalu besar. Belajar Urban Farming dari Konten YouTube BERGURU Ninja Xpress Ninja Xpress sebagai penyedia layanan logistik yang senantiasa mendukung bisnis UMKM, memahami bahwa masa pandemi ini merupakan saat yang sulit bagi pelaku UMKM. Oleh sebab itu, Ninja Xpress menghadirkan konten Belajar Ragam Usaha Baru (BERGURU) pada channel YouTube Ninjaxpressid.
Berkolaborasi dengan para kreator, konten ini bertujuan untuk memberikan inspirasi bagi siapa saja untuk memulai usaha dan produktif untuk mencoba hal baru dari rumah. BERGURU juga merupakan bagian dari kampanye #ObsesiUntukNegeri dan program inisiatif Ninja Academy.
Pada episode pertama, Ninja Xpress mengulas urban farming dengan mewawancarai Sita Pujianto, seorang urban farmer yang aktif dalam komunitas Jakarta Berkebun. Ada beberapa pelajaran baru tentang bercocok tanam yang bisa didapat dari Sita dalam video tersebut:
Gunakan media tanam tepat
Sayuran perlu media tanam yang subur. Oleh karena ini tanah saja tidak cukup, padukan dengan sekam bakar dan pupuk agar akar dapat menembus pori-pori tanah serta mendapatkan nutrisi yang cukup. Gunakan pupuk alami seperti pupuk kandang, atau pupuk kompos yang dapat dibuat dari sampah sisa makanan.
Pandemi yang tengah berlangsung diperkirakan akan membuat masyarakat semakin selektif terhadap makanan yang mereka konsumsi. Makanan-makanan sehat yang organik dan dapat membantu daya tahan tubuh akan banyak dicari.
Jika dilihat lebih jeli, tren hidup sehat dan urban farming ini juga menawarkan sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Selain untuk konsumsi keluarga, hasil bercocok tanam dapat dipasarkan dan diolah menjadi menu makanan sehat yang tengah digemari seperti salad wrap, smoothies, hingga detox juice.
Terlebih, urban farming dapat dilakukan dari rumah dengan alat dan bahan sederhana serta modal yang tidak terlalu besar. Belajar Urban Farming dari Konten YouTube BERGURU Ninja Xpress Ninja Xpress sebagai penyedia layanan logistik yang senantiasa mendukung bisnis UMKM, memahami bahwa masa pandemi ini merupakan saat yang sulit bagi pelaku UMKM. Oleh sebab itu, Ninja Xpress menghadirkan konten Belajar Ragam Usaha Baru (BERGURU) pada channel YouTube Ninjaxpressid.
Berkolaborasi dengan para kreator, konten ini bertujuan untuk memberikan inspirasi bagi siapa saja untuk memulai usaha dan produktif untuk mencoba hal baru dari rumah. BERGURU juga merupakan bagian dari kampanye #ObsesiUntukNegeri dan program inisiatif Ninja Academy.
Pada episode pertama, Ninja Xpress mengulas urban farming dengan mewawancarai Sita Pujianto, seorang urban farmer yang aktif dalam komunitas Jakarta Berkebun. Ada beberapa pelajaran baru tentang bercocok tanam yang bisa didapat dari Sita dalam video tersebut:
Gunakan media tanam tepat
Sayuran perlu media tanam yang subur. Oleh karena ini tanah saja tidak cukup, padukan dengan sekam bakar dan pupuk agar akar dapat menembus pori-pori tanah serta mendapatkan nutrisi yang cukup. Gunakan pupuk alami seperti pupuk kandang, atau pupuk kompos yang dapat dibuat dari sampah sisa makanan.
Lihat Juga :