Pendapatan Lampaui Target, Pertamina NRE Raup USD103,5 Juta di Triwulan I-2023
Selasa, 09 Mei 2023 - 16:44 WIB
loading...
Pertamina NRE mencatatkan EBITDA dan laba bersih masing-masing USD78,3 juta dan USD31,3 juta di triwulan I-2023. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pertamina NRE mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang positif di triwulan I-2023. Subholding Pertamina yang fokus pada bisnis energi bersih tersebut membukukan pendapatan sebesar USD103,5 juta di triwulan pertama tahun ini, 12% di atas target.
Pertamina NRE juga mencatatkan EBITDA dan laba bersih masing-masing USD78,3 juta dan USD31,3 juta, atau 18% dan 38% di atas target. Sementara dari aspek operasional, produksi listrik Pertamina NRE di periode yang sama mencapai 1.185.279 MWh atau 9% di atas target.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Tantangan Berat Membiayai Transisi Energi
"Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh keluarga besar Pertamina NRE serta dukungan para stakeholder. Dan kami tidak semata-mata hanya mengutamakan kinerja keuangan dan operasional, melainkan juga HSSE. Sebagai perusahaan energi, aspek HSSE menjadi prioritas kami," ungkap Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro, Selasa (9/5/2023).
Pertamina NRE pun terus mengembangkan energi bersih, tidak hanya di sektor pembangkitan listrik, namun juga di energi hijau di sektor lainnya, seperti hidrogen hijau, perdagangan karbon, nature based solution (NBS), dan baterai. Inisiatif perdagangan karbon yang dilakukan Pertamina NRE saat ini fokus pada Pertamina group, di mana Pertamina NRE telah menandatangani komitmen bersama subholding Pertamina lainnya, seperti Pertamina Hulu Energi (PHE), Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Patra Niaga.
Bulan lalu, Pertamina baru menandatangani perjanjian perdagangan karbon bersama Patra Niaga dengan volume 1,8 juta ton emisi karbon ekuivalen untuk periode satu tahun. Sumber offset yang untuk inisiatif ini PLTP Lahendong Unit 5 dan 6.
"Perdagangan karbon yang dilakukan Pertamina NRE ini merupakan milestone penting tidak saja bagi Pertamina tapi juga di Indonesia. Inisiatif ini merupakan wujud konkret komitmen Pertamina dalam melakukan dekarbonisasi," ujar Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Fadli Rahman.
Pertamina NRE juga mencatatkan EBITDA dan laba bersih masing-masing USD78,3 juta dan USD31,3 juta, atau 18% dan 38% di atas target. Sementara dari aspek operasional, produksi listrik Pertamina NRE di periode yang sama mencapai 1.185.279 MWh atau 9% di atas target.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Tantangan Berat Membiayai Transisi Energi
"Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh keluarga besar Pertamina NRE serta dukungan para stakeholder. Dan kami tidak semata-mata hanya mengutamakan kinerja keuangan dan operasional, melainkan juga HSSE. Sebagai perusahaan energi, aspek HSSE menjadi prioritas kami," ungkap Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro, Selasa (9/5/2023).
Pertamina NRE pun terus mengembangkan energi bersih, tidak hanya di sektor pembangkitan listrik, namun juga di energi hijau di sektor lainnya, seperti hidrogen hijau, perdagangan karbon, nature based solution (NBS), dan baterai. Inisiatif perdagangan karbon yang dilakukan Pertamina NRE saat ini fokus pada Pertamina group, di mana Pertamina NRE telah menandatangani komitmen bersama subholding Pertamina lainnya, seperti Pertamina Hulu Energi (PHE), Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Patra Niaga.
Bulan lalu, Pertamina baru menandatangani perjanjian perdagangan karbon bersama Patra Niaga dengan volume 1,8 juta ton emisi karbon ekuivalen untuk periode satu tahun. Sumber offset yang untuk inisiatif ini PLTP Lahendong Unit 5 dan 6.
"Perdagangan karbon yang dilakukan Pertamina NRE ini merupakan milestone penting tidak saja bagi Pertamina tapi juga di Indonesia. Inisiatif ini merupakan wujud konkret komitmen Pertamina dalam melakukan dekarbonisasi," ujar Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Fadli Rahman.
Lihat Juga :