alexametrics

89.000 Jaringan Gas Rumah Tangga Ditarget Terpasang Tahun Ini

loading...
89.000 Jaringan Gas Rumah Tangga Ditarget Terpasang Tahun Ini
Pemerintah menargetkan 89.000 jaringan gas sambungan rumah tangga terakses tahun ini senilai Rp1,18 triliun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016/Ilustrasi
A+ A-
PRABUMULIH - Pemerintah menargetkan 89.000 jaringan gas sambungan rumah tangga terakses tahun ini senilai Rp1,18 triliun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016. Infrastruktur gas tersebut tersebar di enam wilayah diantaranya Prabumulih, Balikpapan, Tarakan, Batam, Surabaya dan Cilegon.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja merinci tahun ini akan di bangun 89.000 jaringan gas sambungan rumah tangga tersebar di enam wilayah salah satunya di Prabumulih. Lanjut dia pembangunan jaringan gas rumah tangga bekerjasama dengan Pertagas dan PGN baik dalam distribusi dan penyediaan instalasi penyaluran gas.

"PGN dan Pertagas mendapat masing-masing tiga bagian wilayah. Semua mendapat andil bersama-sama membangun infrastruktur gas," kata dia di Prabumulih, Sumatera Selatan, Senin (21/3/2016).

Dia menjabarkan, Pertagas diberi tugas membangun jaringan gas rumah tangga di Prabumulih (32.000 Sambungan Rumah Tangga/SR), Cilegon (4.066 SR) dan Balikpapan (3.849 SR) sedangkan PGN mendapat jatah di Tarakan (21.000 SR), Surabaya (24.000 SR) dan Batam (4.000 SR).



"Tahun 2017 akan ada jaringan gas rumah tangga 200.000 sambungan rumah tangga. Yang sudah terdata 197.400 sambingan rumah tangga dan kurangnya sedang kita cari," jelasnya.

Direktur Utama Pertagas Hendra Jaya mengatakan, siap mengemban amanah membangun City Gas di Prabumulih. Dijelaskan alokasi gas diperoleh dari Pertamina EP sedangkan pipanisasi dan pengelolaan dilakukan oleh Pertagas dan Pertagas Niaga.

"Selain dana APBN, Pertagas juga investasi untuk 2.626 sambungan rumah tangga di Prabumulih. Tahun ini total sambungan rumah tangga sejumlah 39.300 di Prabumulih," ujar dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak