alexametrics

Tabrakan Batik Air dan TransNusa

Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Langsung Salahkan Pihak Lain

loading...
Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Langsung Salahkan Pihak Lain
Pengamat penerbangan Avien Lie meminta pemerintah jangan tergesa-gesa menyalahkan pihak lain atas peristiwa tabrakan antara pesawat Batik Air dengan TransNusa. Foto: Grafis/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Kecelakan yang terjadi di Bandara Halim Perdanakusuma antara pesawat Batik Air dengan TransNusa mendapat sorotan serius dari pengamat penerbangan Avien Lie. Dia meminta pemerintah jangan tergesa-gesa menyalahkan pihak lain.

Menurut Avien, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) semestinya lebih bijak menyikapi insiden tersebut. Di mana Kemenhub menyalahkan Angkasa Pura (AP) II dalam kasus ini.

Dia menilai Kemenhub terlalu tergesa-gesa. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi bukan di wilayah kewenangan AP II. "Walaupun tidak ada GM, kan itu ada plt. KNKT baru mau mulai bekerja, kenapa Kemenhub langsung menyalahkan," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/4/2016).



Dalam kasus ini, pemerintah seharusnya berpegang teguh pada asas penyelidikan. Di mana mencari apa yang salah bukan siapa yang salah.

"Mereka tergopoh-gopoh menyalahkan berbagai pihak. Yang pasti kecelakaan kemarin karena lemahnya koordinasi antara ATC, pilot dan pengemudi yang menarik pesawat," tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Agus Haryadi menyatakan, tidak adanya General Manager (GM) definitif Bandara Halim dengan peristiwa itu tak ada hubungan langsung. "GM di Bandara Halim sekarang Plt, seorang staf senior yang capable. Kejadian kan di runway (landasan pacu), tidak ada kaitan dengan status GM yang plt ataupun definitif," katanya.

Menurut Agus, untuk urusan kontrol penerbangan berada di otoritas air traffic controller (ATC). "Karena ini wilayahnya AirNav. Kalau lokasi pengelolaan memang ada di AP II, tapi kalau kontrol udara bagian dari AirNav," jelasnya.

"Tadi kan satu pesawat sudah clearance (Pesawat Batik Air) untuk take off, ternyata masih ada pesawat yang posisinya di-towing (ditarik) dari apron menuju ke hanggar. Artinya, ada dua pesawat di runway," tandas Agus.

Baca juga:

Pesawat batik Air Tabrakan dengan TransNusa di Halim

Ini Kronologis Tabrakan Pesawat Batik Air dan Transnusa

Kemenhub: Tabrakan Batik Air, Bandara Halim Ditutup Sementara

Tabrakan Batik Air di Bandara Halim, Kemenhub Tegur Angkasa Pura II

Ini Jawaban Angkasa Pura II Terkait Teguran Kemenhub


Kemenhub Bekukan Ground Handling PT JAS

PT JAS Belum Terima Surat Pembekuan Operasi di Bandara Halim
(dmd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak