Kiamat Properti Singapura di Depan Mata, Penyewa Berteriak Lonjakan Harga
Selasa, 16 Mei 2023 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam bulan-bulan di mana saya tidak dapat memenuhi kebutuhan, saya harus merogoh lebih dalam ke tabungan saya. Untungnya, kami memiliki dana darurat untuk saat-saat seperti ini," bebernya.
Baca Juga: Orang Kaya Indonesia Beli 3 Rumah di Singapura Rp2,3 Triliun, Ini Kata Anak Buah Sri Mulyani
Dia tidak sendirian. Melonjaknya harga sewa telah menjadi masalah besar di salah satu negara Asia Tenggara tersebut. Sewa perumahan pribadi naik tahun lalu pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade, dan terus terdongkrak dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan harga terjadi di seluruh pasar properti Singapura dengan sewa untuk properti di blok perumahan umum dan rumah kelas atas menjadi lebih tinggi.
Menurut konsultan real estat Knight Frank, Singapura sekarang memiliki sewa properti mewah yang paling cepat meningkat, usai menyalip New York.
"Permintaan sewa juga meningkat karena non-penduduk kembali ke Singapura untuk bekerja di tengah pemulihan yang kuat dari Covid-19," tambahnya.
Baca Juga: Orang Kaya Indonesia Beli 3 Rumah di Singapura Rp2,3 Triliun, Ini Kata Anak Buah Sri Mulyani
Dia tidak sendirian. Melonjaknya harga sewa telah menjadi masalah besar di salah satu negara Asia Tenggara tersebut. Sewa perumahan pribadi naik tahun lalu pada laju tercepat dalam lebih dari satu dekade, dan terus terdongkrak dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan harga terjadi di seluruh pasar properti Singapura dengan sewa untuk properti di blok perumahan umum dan rumah kelas atas menjadi lebih tinggi.
Menurut konsultan real estat Knight Frank, Singapura sekarang memiliki sewa properti mewah yang paling cepat meningkat, usai menyalip New York.
Pasar Properti Memanas
Badan Perumahan dan Pengembangan (HDB) dan Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan (URA) Singapur mengatakan, sewa telah melonjak karena pandemi menunda proyek pembangunan dan membawa lebih banyak penduduk setempat ke pasar."Permintaan sewa juga meningkat karena non-penduduk kembali ke Singapura untuk bekerja di tengah pemulihan yang kuat dari Covid-19," tambahnya.
Lihat Juga :