ASEAN-BAC Ajak Pengusaha Inggris Investasi Penurunan Emisi Karbon
Jum'at, 19 Mei 2023 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Kunjungan ASEAN-BAC di Inggris juga dilakukan untuk mengajak sektor bisnis dan swasta Inggris, berinvestasi di ASEAN. Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tahun 2021, ASEAN memiliki angka tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia atau lebih dari seperempat dari beban global.
Baca Juga: Dirut Pertamina Beberkan Rencana Jangka Panjang Kejar Target NZE 2060
Selain itu, epidemi HIV di ASEAN adalah terbesar ketiga di dunia dan penularan wabah malaria tertinggi kedua di dunia. Negara-negara Asia Tenggara memiliki angka kematian akibat penyakit tidak menular sebesar 62% atau mencakup 9 juta jiwa per tahun. Angka yang tinggi ini disebabkan adanya kesenjangan investasi keuangan, infrastruktur, serta penelitian dan pengembangan untuk fasilitas kesehatan.
"Dengan kerja sama investasi di sektor kesehatan antara ASEAN dan Inggris, kami berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur kesehatan, melalui legacy project ASEAN One Shot Campaign, pengembangan ASEAN Healthcare Market, serta pengembangan teknologi tinggi seperti program genetik dan mRNA," ujar dr. Michael Rampangilei selaku Legacy Lead untuk ASEAN One Shot Campaign.
Sebagai penutup, Wakil Ketua ASEAN-BAC Bernardino Vega menyampaikan bahwa kesuksesan infrastruktur untuk pembangunan berkelanjutan dan kesehatan sangat bergantung pada keterlibatan dari berbagai sektor dan pemangku kepentingan, termasuk sektor bisnis, swasta, serta pemerintah.
"Kami berharap kolaborasi dan kemitraan antara Inggris dengan seluruh negara di ASEAN dapat terjalin erat agar dapat meningkatkan infrastruktur yang berkelanjutan bagi dunia," tutup Dino.
Baca Juga: Dirut Pertamina Beberkan Rencana Jangka Panjang Kejar Target NZE 2060
Selain itu, epidemi HIV di ASEAN adalah terbesar ketiga di dunia dan penularan wabah malaria tertinggi kedua di dunia. Negara-negara Asia Tenggara memiliki angka kematian akibat penyakit tidak menular sebesar 62% atau mencakup 9 juta jiwa per tahun. Angka yang tinggi ini disebabkan adanya kesenjangan investasi keuangan, infrastruktur, serta penelitian dan pengembangan untuk fasilitas kesehatan.
"Dengan kerja sama investasi di sektor kesehatan antara ASEAN dan Inggris, kami berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur kesehatan, melalui legacy project ASEAN One Shot Campaign, pengembangan ASEAN Healthcare Market, serta pengembangan teknologi tinggi seperti program genetik dan mRNA," ujar dr. Michael Rampangilei selaku Legacy Lead untuk ASEAN One Shot Campaign.
Sebagai penutup, Wakil Ketua ASEAN-BAC Bernardino Vega menyampaikan bahwa kesuksesan infrastruktur untuk pembangunan berkelanjutan dan kesehatan sangat bergantung pada keterlibatan dari berbagai sektor dan pemangku kepentingan, termasuk sektor bisnis, swasta, serta pemerintah.
"Kami berharap kolaborasi dan kemitraan antara Inggris dengan seluruh negara di ASEAN dapat terjalin erat agar dapat meningkatkan infrastruktur yang berkelanjutan bagi dunia," tutup Dino.
(nng)
Lihat Juga :