alexametrics

Bappenas Tingkatkan Pengawasan Dana Papua

loading...
Bappenas Tingkatkan Pengawasan Dana Papua
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil menerangkan bakal meningkatkan pengawasan dana Papua/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil menerangkan bakal meningkatkan pengawasan dana Papua, agar terserap dengan baik ke sektor pembangunan. Dia juga mengingatkan dengan dana sebesar Rp61 triliun, ada beberapa hal yang harus diperbaiki terutama pengawasan pengucuran dana tersebut.

"Kalau dilihat dari segi anggaran, Papua itu cukup banyak uangnya. 2016 transfer ke Papua itu Rp61 triliun. Jadi dari segi uang banyak. Tapi masalahnya hasil daripada itu yang perlu kita tingkatkan. Governancennya diperbaiki, pendekatannya diperbaiki, pengawasan akan dana tersebut ditingkatkan. Utamanya itu," kata dia di Jakarta, Selasa (26/4/2016).

(Baca Juga: Bappenas Akan Lakukan Refocusing Anggaran untuk Papua)



Sementara terkait sektor yang akan menjadi andalan, Bappenas merekomendasikan sektor kehutanan meski Papua dikenal dengan potensi sumber daya mineral. "Karena menurut mereka, pada level tertentu atau di atas ketinggian tertentu sudah dianggap konservasi. Padahal di Papua, dengan topografi yang demikian, misalnya 2000-3000 meter itu masih kaki bukit. Tinggi sekali," kata Mantan Menteri BUMN tersebut.

Oleh sebab itu, Bappenas akan merekomendasikan peninjauan kembali terutama soal izin untuk melakukan penelitian atau izin eksplorasi di kawasan hutan dan izin pinjam pakai. Kemudian, selanjutnya, Bappenas juga akan merekomendasikan juga supaya masa untuk eksplorasi hutan diperpanjang.

"Karena kalau diizinkan cuma 6 bulan itu maksimum bisa dipakai cuma sebulan. Karena hujannya tinggi sekali, cuaca cepat berubah. Dengan demikian, maka kita yakin Papua punya potensi tambang mineral lebih banyak daripada sekedar Freeport," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak