alexametrics

Pengusaha Butuh Data Sensus Ekonomi 2016 BPS

loading...
Pengusaha Butuh Data Sensus Ekonomi 2016 BPS
Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan menggelar sensus ekonomi mulai awal bulan ini mendapatkan dukungan dari asosiasi pengusaha/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan menggelar sensus ekonomi mulai awal bulan ini mendapatkan dukungan dari Asosiasi Pengembang perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia ‎(Apersi). Mereka menegaskan siap memberikan data yang akurat agar sensus dapat tepat sasaran, lantaran pengusaha juga membutuhkan data.

"Kita menyambut baik sensus itu karena kita butuh data dan pengusaha itu butuh data. Akan tetapi data yang real serta benar, bukan data yang dibuat di atas meja. Tapi kalau sensus benar ke lapangan. Data itu memang sangat kita butuhkan dan dari sisi pengusaha kami mendukung hal itu," terang Ketua Apersi Eddy di Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Dia menambahkan nanti data sensus ekonomi 2016 yang dilakukan BPS akan diolah sesuai kebutuhan dan bisa digunakan untuk marketing, produksi atau investasi. Dicontohkan misalkan ada wilayah dimana masyarakatnya membutuhkan barang tertentu dan belum terpenuhi, maka Apersi atau pengusaha lain,bisa investasi di sana.



"Pokoknya dapat data bahwa di daerah sini ternyata orang butuh banyak barang A, tapi justru industrinya tidak ada. Kita kan bisa investasi di sana," pungkasnya.

(Baca Juga: BPS Siap Gelar Sensus Ekonomi 2016)

Sementara itu sebelumnya BPS menerangkan bahwa sensus ekonomi 2016 sangat kompleks karena mencakup lebih dari 16 sektor usaha, termasuk jenis-jenis usaha baru, dengan responden yang variatif. Responden terutama dari kalangan pengusaha atau pebisnis.

Mengingat luasnya skala dan usaha yang akan disensus, BPS mengalokasikan anggaran sensus ekonomi 2016 yang cukup besar yaitu Rp3,4 triliun. "Tapi ada kemungkinan dipotong anggarannya, karena beberapa kementerian/lembaga memang mengalami pemotongan anggaran. Tapi kami tetap ajukan ini," ucap Kepala BPS, Suryamin.

Beberapa sektor yang akan disensus, di antaranya pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, konstruksi, transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, jasa serta pendidikan. Sejak sensus ekonomi pertama digelar tahun 1986, diketahui jumlah usaha di Indonesia terus mengalami perkembangan.

Di luar sektor pertanian, jumlah usaha di Indonesia pada 1986 tercatat 9,3 juta usaha (resmi dan tidak resmi). Lalu meningkat menjadi 16,4 juta usaha pada 1996, dan naik lagi menjadi 22,7 juta usaha berdasar sensusekonomi2006. Pada sensus ekonomi 2016, diperkirakan jumlahnya meningkat menjadi 28 juta usaha. ”Sensus ekonomi juga mendata usaha rumah tangga, termasuk pedagang keliling permanen dan nonpermanen,” tutupnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak