Negara yang Bandara dan Pulaunya Disita China, Akibat Tak Bisa Bayar Utang

Kamis, 25 Mei 2023 - 10:31 WIB
loading...
Negara yang Bandara...
Negara yang pulau hingga bandara disita China akibat terjerat utang China. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Selama beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap dampak utang China terhadap sejumlah negara mitra terus meningkat. Beberapa negara terjebak utang China , dan beberapa di antaranya kini menghadapi risiko kebangkrutan ekonomi.

Kekhawatiran tentang dampak utang China terhadap negara-negara telah menjadi perhatian serius yang dikhawatirkan berdampak serius terhadap kedaulatan ekonomi dan politik negara-negara tersebut. Berikut adalah negara-negara yang saat ini berjuang melawan kebangkrutan akibat utang China:

1. Venezuela

Negara Amerika Latin ini telah lama menderita krisis ekonomi yang serius, dan sebagian besar masalah tersebut dipicu oleh utang yang sangat besar kepada China. Dalam upaya untuk memperoleh akses ke sumber daya alam Venezuela, China memberikan pinjaman besar kepada pemerintah Venezuela. Namun, penurunan harga minyak global dan kegagalan dalam manajemen ekonomi telah membuat negara ini sulit untuk membayar utangnya kepada China. Ketergantungan Venezuela pada China semakin memperumit prospek pemulihan ekonomi yang stabil.

2. Sri Lanka

Negara kepulauan ini telah menghadapi kesulitan keuangan yang signifikan akibat utang kepada China. Proyek infrastruktur besar yang didanai oleh China, seperti pelabuhan Hambantota, telah menyebabkan lonjakan utang yang tidak terlalu bisa ditanggung oleh Sri Lanka. Pada tahun 2017, Sri Lanka terpaksa menyerahkan pengelolaan pelabuhan itu kepada perusahaan China selama 99 tahun sebagai bagian dari restrukturisasi utang. Masalah utang yang berkepanjangan terus menghantui Sri Lanka dan mengancam stabilitas ekonominya.

Sri Lanka mengalami kesulitan membayar utangnya kepada China yang berasal dari proyek-proyek infrastruktur, termasuk Pelabuhan Hambantota. Berdasarkan laporan BBC, pada 2017, Sri Lanka tidak dapat membayar kembali pinjaman tersebut, sehingga pelabuhan tersebut diambil alih oleh perusahaan China untuk mengatasi keterlambatan pembayaran.

3. Pakistan

Pakistan adalah negara lain yang berada dalam risiko kebangkrutan karena utang China. Melalui Proyek Jalur Ekonomi Koridor China-Pakistan (CPEC), Pakistan menerima pinjaman yang signifikan untuk membiayai proyek infrastruktur. Namun, kekhawatiran muncul mengenai keberlanjutan utang ini, karena Pakistan berjuang dengan defisit ekonomi yang tinggi dan kesulitan untuk membayar utangnya kepada China. Beban utang yang berat telah menghadirkan risiko ekonomi yang serius bagi Pakistan.

Pakistan telah menerima pinjaman signifikan dari China untuk proyek-proyek infrastruktur, terutama melalui China-Pakistan Economic Corridor (CPEC). Menurut laporan dari Institute of International Finance (IIF) pada tahun 2020, utang Pakistan kepada China mencapai sekitar USD45 miliar.

4. Kenya

Meskipun proyek infrastruktur yang didanai oleh China telah memberikan dorongan ekonomi bagi Kenya, negara ini menghadapi tekanan utang yang meningkat. Pinjaman yang besar untuk proyek seperti jalur kereta api dan pelabuhan telah meningkatkan utang Kenya kepada China. Beberapa ahli mengkhawatirkan kemampuan Kenya untuk membayar utang tersebut dan dampaknya terhadap stabilitas keuangan negara tersebut.

Ketika negara-negara ini berjuang dengan utang yang membebani, mereka juga berhadapan dengan pertanyaan tentang implikasi politik dan ekonomi jangka panjang dari hubungan erat mereka dengan China. Penanganan yang tepat terhadap masalah utang ini menjadi kunci untuk memastikan stabilitas ekonomi.

5. Maladewa

Negara ini juga terjerat utang yang signifikan dengan China. Maladewa menerima pinjaman untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur seperti bandara dan jembatan. Ketika negara tersebut mengalami kesulitan membayar utang, China mengambil alih aset strategis seperti bandara internasional dan pulau-pulau penting. Laporan Centre for Global Development pada 2019 menyebutkan bahwa utang Maladewa kepada China mencapai 47% dari total utang luar negerinya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Rekomendasi
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved