alexametrics

IHSG Berakhir Jaga Tren Penguatan, Bursa Asia Variatif

loading...
IHSG Berakhir Jaga Tren Penguatan, Bursa Asia Variatif
IHSG pada perdagangan hari ini berakhir menguat 31,78 poin atau 0,67% ke level 4.743,66 untuk menjaga tren positif untuk menjaga tren positif sejak sesi pagi/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir menguat 31,78 poin atau 0,67% ke level 4.743,66 untuk menjaga tren positif sejak sesi pembukaan pagi tadi. Penguatam pasar saham Tanah Air mengiringi pergerakan variatif bursa Asia di awal pekan.

Sementara pada pembukaan perdagangan hari ini IHSG tercatat bertambah 8,65 poin atau 0,8% ke level 4.720,52 dan pada sesi I masih menghijau dengan kenaikan sebesar 26,08 poin atau 0,55% ke level 4.737,96. Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik 0,16% atau 7,66 poin ke level 4.711,88.

Dilansir Reuters, Senin (23/5/2016) mayoritas bursa saham Asia tergelincir ke zona merah ketika akhir pekan kemarin Wall Street ditutup cukup solid. Sementara dolar Amerika Serikat (USD) sedikit berubah posisi untuk tetap berada dalam tren positif di tengah sinyal Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan (Fed rate).



Indeks saham Eropa seperti Inggris sempat dibuka naik 0,1% begitupun dengan Jerman menguat 0,2%. Sedangkan indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang tercatat naik 0,6%. Adapun bursa saham Nikkei Jepang mengalami penurunan 81,75 poin atau 0,49% ke level 16.654,60 saat ada kecemasan soal kenaikan pajak.

Sebelumnya Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan kepada Menteri Keuangan AS Jack Lew bahwa Jepang berencana menaikkan pajak penjualan. "Pasar sangat yakin seratus persen bahwa kenaikan pajak akan ditunda," ucap Strategi Investasi Senior Morgan Stanley Securities Norihiro Fujito.

Selain kekhawatiran tentang pajak, data ekonomi yang dirilis Jepang juga menunjukkan penurunan ekspor sebesar 10,1% pada bulan April dibandingkan tahun sebelumnya mencerminkan melemahnya permintaan dari China dan pasar negara berkembang. Impor Jepang juga melemah untuk mendorong surplus perdagangan negara itu di atas harapan.

Investor sendiri mengharapkan Bank of Japan (BoJ) dapat mengumpulkan langkah stimulus lebih lanjut, sedini mungkin setidaknya pada musim panas nanti. Sebaliknya, pasar mulai merespon dalam jangka pendek untuk kenaikan suku bunga AS (Fed rate) pada awal bulan depan.

Di sisi lain beberapa indeks di Asia masih tertekan seperti Hang Seng yang melemah 43,17 poin atau 0,22% ke level 19.809,03 diikuti kejatuhan indeks Straits Times sebesar 1,06 poin atau 0,04% ke level 2.762,76. Sementara indeks Shanghai bertambah 18,16 poin ke level 2.843,65.

Sektor saham dalam negeri hari ini berakhir mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 1,32%. Sementara, sektor yang melemah cukup dalam yakni industri dasar sebesar minus 0,35%.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,07 triliun dengan 3,57 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp176,3 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,57 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,74 triliun. Tercatat 172 saham menguat, 108 melemah dan 120 stagnan.

Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) bertambah Rp1.400 atau 1,9% menjadi Rp73.925, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) naik Rp130 menjadi Rp3.330 dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk bertambah Rp80 menjadi Rp2.310.

Saham-saham yang melemah di antaranya PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menyusut Rp400 menjadi Rp40.000, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) berkurang Rp210 menjadi Rp1.965 dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) melemah Rp50 atau 1,0% menjadi Rp4.850.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak