alexametrics

IHSG Berakhir Melemah, Aksi Jual Asing Meninggi

loading...
IHSG Berakhir Melemah, Aksi Jual Asing Meninggi
Indeks ditutup jatuh 0,36% atau 17,93 poin ke level 4.916,06. (Foto: Dok.Sindonews)
A+ A-
JAKARTA - Setelah tiga hari berada di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Rabu (8/6/2016) melemah. Indeks ditutup jatuh 0,36% atau 17,93 poin ke level 4.916,06 pada pukul 16.00 WIB.

Pelemahan IHSG sudah kentara sejak pembukaan pagi ini, dimana indeks dibuka memerah sebesar 0,12% atau 5,89 poin ke level 4.928,09.

Lemahnya indeks dipicu oleh goyahnya bursa Asia dimana kenaikan harga minyak ke level USD50/barel telah memulihkan pasar saham Amerika Serikat dan reaksi atas data perdagangan China di bulan Mei yang melemah. Sehingga mendorong tingginya aksi jual asing.



Mengutip CNBC, Rabu (8/6/2016), indeks acuan Jepang, Nikkei 225 berakhir menguat 155,47 poin atau 0,93% ke 16.830,92, setelah yen melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Stephen Inne, seorang pedagang senior di Oanda Asia Pasifik mengatakan kejatuhan USD dan yen membuat prospek lebih rendah lagi untuk suku bunga AS dan ketidakpastian atas Bank of Jepang. Dimana sebelumnya, PM Jepang Shinzo Abe berencana mengusulkan paket stimulus ekonomi di musim gugur usai pemilu Juli.

Pasar China, Shanghai turun 9,34 poin atau 0,32% ke level 2.926,69 dan Shenzen berakhir 6,25 poin atau 0,32% ke 1.918,62. Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 30,36 poin atau 0,14% ke 21.297,88. Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 15,45 poin atau 0,77% ke 2.027.08.

Di Australia, ASX 200 berakhir datar di 5.369,97, dengan penurunan 0,15% di keuangan sub-indeks yang menyumbang hampir setengah dari indeks yang lebih luas.

Moody Investors Service mengatakan pada Rabu bahwa bank Australia menghadapi peningkatan risiko dari kenaikan harga rumah di negara tersebut. “Percepatan harga rumah dan meningkatkan pengaruh rumah tangga "meningkatkan sensitivitas bank untuk downside risk di pasar perumahan, dan dapat berdampak pada kegiatan ekonomi yang lebih luas."

Sementara di bursa Indonesia tercatat perdagangan Rabu ini mencapai Rp6,01 triliun dengan 4,77 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing negatif Rp69,1 miliar dimana aksi jual asing Rp2,429 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,360 triliun.

Dari 403 saham yang diperdagangkan, 121 naik, 170 turun dan 112 stabil. Mayoritas sektor saham mengalami tekanan dengan saham infrastruktur yang turun 1,71%.

Adapun saham-saham yang mencetak laba pada penutupan hari ini adalah PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK). Saham-saham yang melemah adalah PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) dan PT Surya Toto Tbk (TOTO).
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak