Tegur Kepala Bapanas soal Harga Telur, Ketua Komisi IV: Ibu-ibu Naik Rp1.000 Saja Ribut, Apalagi Rp4.000
Senin, 05 Juni 2023 - 17:13 WIB
loading...
Mahalnya harga telur jadi perdebatan antara Komisi IV dengan Badan Pangan Nasional. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi IV DPR Sudin menegur Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi terkait kenaikan harga telur ayam yang memicu protes emak-emak. Teguran dilontarkan dalam rapat dengar pendapat Bapanas dengan Komisi IV, di Jakarta, hari ini, Senin (5/6/2023).
Baca juga: Pedagang Sembako Nangis, Harga Telur Sudah Sebulan Naik
Seperti diketahui bersama, harga telur ayam belum kunjung turun hingga hari ini. Harga komoditas pangan ini sudah menyentuh Rp38.000 per kilogram (di Pulau Jawa), bahkan di Papua menyentuh Rp40.000 per kg.
"Mungkin Kepala Badan Pangan juga mendengar atau baca juga di media, pemerintah lepas tanggung jawab terhadap tingginya harga telur," ucap Sudin.
Sontak, Arief pun membantah pernyataan itu. "Tidak benar ketua."
Mendengar bantahan itu, Sudin pun langsung menyanggah. "Loh begini, ini di media bunyinya seperti itu, seolah-olah pemerintah lepas tanggung jawab atas tingginya harga telur. Ya mohon maaf ini, ibu-ibu kan tahu sendiri harga telur naik Rp1.000 saja ribut, apalagi naiknya sampai Rp4.000," tutur dia.
Arief lantas menjelaskan, kenaikan harga telur yang tinggi saat ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, karena harga jagung yang juga mengalami kenaikan, kemudian yang kedua, karena memang pemerintah sedang menaikkan harga acuan di tingkat peternak.
Baca juga: Pedagang Sembako Nangis, Harga Telur Sudah Sebulan Naik
Seperti diketahui bersama, harga telur ayam belum kunjung turun hingga hari ini. Harga komoditas pangan ini sudah menyentuh Rp38.000 per kilogram (di Pulau Jawa), bahkan di Papua menyentuh Rp40.000 per kg.
"Mungkin Kepala Badan Pangan juga mendengar atau baca juga di media, pemerintah lepas tanggung jawab terhadap tingginya harga telur," ucap Sudin.
Sontak, Arief pun membantah pernyataan itu. "Tidak benar ketua."
Mendengar bantahan itu, Sudin pun langsung menyanggah. "Loh begini, ini di media bunyinya seperti itu, seolah-olah pemerintah lepas tanggung jawab atas tingginya harga telur. Ya mohon maaf ini, ibu-ibu kan tahu sendiri harga telur naik Rp1.000 saja ribut, apalagi naiknya sampai Rp4.000," tutur dia.
Arief lantas menjelaskan, kenaikan harga telur yang tinggi saat ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, karena harga jagung yang juga mengalami kenaikan, kemudian yang kedua, karena memang pemerintah sedang menaikkan harga acuan di tingkat peternak.
Lihat Juga :