alexametrics

MasterCard Beli 92,4% Saham VocaLink USD920 Juta

loading...
MasterCard Beli 92,4% Saham VocaLink USD920 Juta
MasterCard beli 92,4% saham VocaLink senilai 700 juta poundsterling. (Foto: mensxp.com)
A+ A-
LONDON - Jaringan pembayaran global, MasterCard (NYSE: MA) mengumumkan kesepakatan pembelian 92,4% saham VocaLink, jaringan pembayaran asal London, Inggris, senilai 700 juta poundsterling alias USD920 juta.

Adapun rinciannya, merujuk dari Reuters, Kamis (21/7/2016), pemegang saham VocaLink yaitu Bank Barclays Plc., menyatakan menjual mayoritas sahamnya kepada MasterCard sebesar USD104 juta pound.

Sementara, pemegang saham lainnya, Royal Bank of Scotland melepas sebagian kepemilikan dengan membukukan keuntungan 150 juta pound dan Co-op Bank melego sekitar 25 juta pound. Pembelian ini, membuat MasterCard sebagai jaringan pembayaran nomor dua di dunia semakin memperkuat kehadirannya di pasar Negeri Ratu Elizabeth II.



VocaLink mengoperasikan teknologi pembayaran, termasuk sistem BACS (Bankers Automated Clearing Services) yang bertanggung jawab untuk skema kliring otomatis yang memungkinkan kredit langsung dan debit pembayaran antar rekening bank, dan LINK, serta jaringan ATM di Inggris Raya.

Seperti dilansir dari MarketWatch, Kamis (21/7/2016), sebagai bagian dari perjanjian tersebut, pemegang saham VocaLink akan mempertahankan saham 7,6% di perusahaan untuk waktu setidaknya tiga tahun. Dan memiliki potensi untuk menerima tambahan 169 juta pound atau sekitar USD220 juta, jika target kinerja terpenuhi.

Meski diakuisisi, Chief Executive Officer VocaLink, David Yates tetap bergabung dengan komite manajemen MasterCard. Perusahaan yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, itu mengharapkan kesepakatan untuk mengurangi laba sampai dua tahun setelah penutupan, sebagai hasil dari investasi produk dan biaya integrasi.

“Kami sangat gembira tentang kesempatan untuk memainkan peran lebih besar dalam pembayaran di Inggris, pasar yang strategis bagi kami, ujar Chief Executive Officer MasterCard, Ajay Banga seperti dikutip Reuters.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak