Gara-gara Korupsi USD57 Triliun, Beijing Bikin Bankir China Jadi Kere

Senin, 19 Juni 2023 - 09:16 WIB
loading...
Gara-gara Korupsi USD57...
Beijing mengambil langkah tegas terhadap gaya hidup para bankir. Foto/AlySong/Reuters
A A A
JAKARTA - Para bankir di China kini tengah gundah gulana. Pasalnya, pemerintah Beijing memotong gaji, bonus, bahkan meminta mereka untuk tidak mengenakan pakaian mahal dan jam tangan di tempat kerja. Tak cuma itu, biaya perjalanan dan hiburan para bankir juga dikekang.

Baca juga: Geger! Bankir Masyhur China Dikabarkan Menghilang, Ikuti Jejak Jack Ma?

Dilansir dari Reuters, Senin (19/6/2023), kebijakan itu "terpaksa" ditempuh perusahaan keuangan China atas instruksi Beijing yang ingin mendorong penghematan dan menjembatani kesenjangan kekayaan antara para pekerja di berbagai sektor.

Pengengkangan dan "pemiskinan" itu dilakukan saat pihak berwenang telah bersumpah untuk memberantas korupsi di sektor keuangan senilai USD57 triliun dan seiring melemahnya pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia. Ditambah lagi pengangguran kaum muda mencapai rekor tertinggi.

Bankir dan profesi keuangan lainnya adalah salah satu pekerja dengan bayaran tertinggi di China sehingga kekayaan serta gaya hidup mereka yang mencolok sering mendapat kecaman dari publik di media sosial apalagi di ekonomi melambat. Situasi itulah yang memicu kemarahan Beijing.

Pengawas pemberantas korupsi terkemuka China awal tahun ini berjanji untuk menghilangkan ide-ide "elit keuangan" gaya Barat dan memperbaiki hedonisme pengejaran berlebihan "selera kelas atas".

Kebijakan itu telah mendorong banyak perusahaan keuangan, baik milik negara maupun sektor swasta, untuk mengambil tindakan proaktif memastikan mereka tidak melanggar otoritas, bahkan ketika retorika resmi tentang dorongan "kemakmuran bersama" Presiden Xi Jinping telah surut.

Seorang staf di sebuah perusahaan reksa dana besar dan bank menengah milik negara menyatakan telah mendapat instruksi untuk tidak memamerkan gaya hidup kelas atas. Perusahaan juga telah meminta staf untuk tidak memposting gambar makanan, pakaian, atau tas mahal di media sosial untuk menghindari sorotan peraturan atau kritik publik.

Sementara itu karyawan bank menengah telah diminta untuk tidak memakai merek mewah atau membawa tas mewah di tempat kerja. Karyawan juga diperintahkan bahwa mereka tidak boleh menginap di hotel bintang lima saat bepergian untuk bekerja.

Sementara itu, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dan China Construction Bank Corp (CCB) berencana untuk memotong beberapa tunjangan karyawan di kantor pusat bank mulai tahun ini, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Tunjangan yang akan terkena dampak termasuk tunjangan musim panas satu kali sekitar 1.500 yuan (USD210) hingga 2.000 yuan per bulan, yang akan dihapus mulai bulan ini.

CITIC Securities memotong gaji di seluruh divisi perbankan investasinya, menurunkan gaji pokok hingga 15%. Pemotongan itu merupakan langkah yang jarang terjadi, namun Beijing mendorong untuk menjembatani perbedaan pendapatan.

China International Capital Corp (CICC) bulan lalu memangkas bonus tahun ini untuk bankir investasi sebesar 30% -50% dari tahun sebelumnya.

Baca juga: Preview Timnas Indonesia vs Argentina: Laga Bersejarah Tim Garuda

Selain penumpasan anti-korupsi dan dorongan "kemakmuran bersama", perusahaan keuangan juga mengekang gaya hidup mencolok staf mereka untuk memastikan mereka tidak melanggar ideologi Partai Komunis.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Rekomendasi
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved