Ditawari Modal Koperasi Rp2 Miliar, Peternak Sapi di Lampung Happy
Minggu, 26 Juli 2020 - 12:30 WIB
loading...
Menkop UKM Teten Masduki mengunjungi koperasi ternak sapi di Lampung, Sabtu (25/7). Foto/Michelle Natalia
A
A
A
LAMPUNG - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah berkomitmen untuk memberikan kucuran modal bagi koperasi ternak sapi di Lampung. Pembiayaan dana bergulir tersebut diberikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM kepada Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera.
"Kami masih lihat-lihat dan survei terhadap eksistensi koperasinya. Kita juga masih menggali apa sebetulnya kebutuhan mereka, dan mereka nantinya akan mengajukan proposal pembiayaan dana bergulir kepada kami," ujar Supomo saat mendampingi Menkop dan UKM Teten Masduki Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera, di Lampung, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Jokowi Minta Cepat Selamatkan Koperasi, Jangan Tunggu Mati Baru Dibantu
Menurut dia Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera merupakan koperasi pembiakan sapi dengan skema bagi hasil. Disamping itu, koperasi tersebut juga memproduksi, berdagang, menjual pakan dan memproduksi hingga menjual limbah ternak.
Tidak hanya itu, koperasi tersebut juga meminjamkan sapi bagi anggota untuk dikembangbiakkan. Pihaknya mneyebut ada dua hal yang menjadi kebutuhan koperasi, yaitu kebutuhan ketersediaan pakan ternak dan meningkatkan populasi. "Nah, untuk meningkatkan populasi lebih tepat dilakukan melalui KUR. Sedangkan pakan ternak bisa melalui LPDB supaya lebih efisien," kata dia.
"Kami masih lihat-lihat dan survei terhadap eksistensi koperasinya. Kita juga masih menggali apa sebetulnya kebutuhan mereka, dan mereka nantinya akan mengajukan proposal pembiayaan dana bergulir kepada kami," ujar Supomo saat mendampingi Menkop dan UKM Teten Masduki Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera, di Lampung, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Jokowi Minta Cepat Selamatkan Koperasi, Jangan Tunggu Mati Baru Dibantu
Menurut dia Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera merupakan koperasi pembiakan sapi dengan skema bagi hasil. Disamping itu, koperasi tersebut juga memproduksi, berdagang, menjual pakan dan memproduksi hingga menjual limbah ternak.
Tidak hanya itu, koperasi tersebut juga meminjamkan sapi bagi anggota untuk dikembangbiakkan. Pihaknya mneyebut ada dua hal yang menjadi kebutuhan koperasi, yaitu kebutuhan ketersediaan pakan ternak dan meningkatkan populasi. "Nah, untuk meningkatkan populasi lebih tepat dilakukan melalui KUR. Sedangkan pakan ternak bisa melalui LPDB supaya lebih efisien," kata dia.
Lihat Juga :